Jumat, 29 November 2019

Program Stimulasi Bahasa



Bismillah...
Sebenarnya tulisan ini dibuat untuk meyemangati diri sendiri, supaya tetap semangat & pantang menyerah membersamai Hira & memberikan stimulasi yang sesuai dengan tumbuh kembangnya, meskipun hasilnya tidak selalu langsung terlihat.
Apalagi stimulasi bahasa ini cukup butuh stok sabar, ibunya udah kayak radio yang terus-terusan ngomong sendiri, sering dicuekin, lamaaaa nunggu respon anak, pura² ngerti bahasa bayi supaya anak ngerasa dihargai, bahkan deg²an karena takut kelamaan nebak maksud anak yg ujungnya bisa tarum. Daannnnn....hasilnya masih segitu-segitu aja😂. Gapapa, yang penting sudah berusaha melakukan yang terbaik & dilakukan konsisten.

Baiklah.... Sebelum masuk ke pembahasan stimulasi apa yang diperlukan untuk mengembangkan kemampuan bahasa, mari kita tengok dulu para
meter- parameter perkembangan bahasa apa saja yang harus dicapai untuk anak sesuai usianya.
Gambar: Tahap perkembangan bicara, buku mommyclopedia, panduan lengkap merawat batita by dr. Meta Hanindita, Sp.A
Gambar : Panduan tumbuh kembang dan stimulasi anak usia 0-5 tahun by Rumah Dendelion, hal 35 Aspek Bahasa anak usia 18-24 bulan.

Gambar: Tabel intelegensi dalam buku Yes Your Baby is A Genius by Glenn Doman

Dari ketiga gambar cuplikan isi buku tersebut, dapat disimpulkan untuk anak usia antara 18-24 bulan, normalnya mampu mengucapkan 10-25 kata dan kalimat kombinasi dari 2 kata.
Lalu bagaimana jika tidak demikian? Maka harus dicari dan diselidiki faktor penyebabnya. Berdasarkan kulgram yang saya ikuti di group enthusias Gelnn Doman method, beberapa faktor yang memengaruhi terhambatnya perkembangan bahasa ialah:

  1. Kurangnya stimulasi intelegensi (contohnya: diajak berbicara dua arah, dibacakan buku)
  2. Terlalu banyak screen time (waktu menonton tv/gawai terlampau lama)
  3. Tekstur makanan (masih lembek, yang menyebabkan anak tidak mengunyah)
  4. Kurangnya aktifitas fisik (berlari, bermain di ruang terbuka dan luas dll)
Lalu berikut ini  aturan pertama "do and don't" dalam menstimulasi bahasa berdasarkan buku "yes your baby is a genius"


Setelah memahami aturan pokok/prinsip diatas, lanjut kepada stimulasi. Berdasarkan beberapa buku yang saya baca, point penting stimulasi bahasa adalah keaktifan pengasuh utama dalam berinteraksi dengan anak. Tidak hanya raga, pun jiwanya ikut hadir dalam membersamai anak. Simpulan ini cukup membuat saya tertampar, karena saya ibu rumah tangga, 24/7 selalu dekat raganya dengan anak, tapi rupanya jiwanya belum, pikirannya masih berkelana, entah pada tugas domestik ataupun pada hiburan² diri (teralalu asik pada gawai misalnya).
Berikut rangkuman dari berbagai sumber (buku & kulgram) stimulasi yang dapat dipraktekan untuk membantu mengembangkan kemampuan bahasa anak.

  1. Kurangi dan atau sama sekali tidak menonton TV / Gawai (screen time maksimal 30 menit/hari)
  2. Perbanyak bicara dua arah dengan anak (mengobrol, tanya jawab)
  3. Menerangkan benda kepada anak dengan detail (misal: Hira mau main balon merah? Ini balon warna merah), lakukan secara berulang, sebut terus saat bermain. 
  4. Perbanyak membacakan bukun untuk anak
  5. Jangan menggunakan bahasa bayi, gunakan bahasa yang benar ketika berbicara dengan anak (misal: anak berkata 'cacek' untuk cicak, maka kita tetap gunakan kata cicak saat berinteraksi dengan anak)
  6. Perkenalkan tekstur makanan keras/dewasa (bukan bubur) agar anak mengunyah sehingga dapat menstimulasi otot² pada mulut agar dapat melafalkan huruf dengan lebih baik.
  7. Perbanyak aktifitas fisik (jogging, bermain di taman, berenang, jalan sore dll)
  8. Kenalkan dengan berbagai macam makanan, rasa dan bau.
  9. Bernyanyi dengan melibatkan anak, ('topi saya bundar', biarkan anak mendapat bagian kata 'bundar' saat bernyanyi dst)
  10. Ajak bermain peran, sehingga ada interaksi dua arah. (Misal: bermain telpon²an, pembeli-penjual, pasien-dokter dsb)
  11. Memaikan alat siul (misal: peluit dsb)
  12. Sounding, dengan membisikan kata-kata penyemangat ke anak di detik² sebelum ia terlelap (misal: nak, terimakasih ya tadi sudah mau ngobrol sama umma, besok kita ngobrol lagi ya, Hira kalau mau minum bilang ke umma ya, kalau mau sesuatu bilang ke umma yah)
  13. Pijat khusus untuk menstimulasi bicara, bisa dilihat videonya di youtube.

Sekian. Sebagai tambahan jangan lupa untuk selalu berdoa, dan meluruskan niat apa yang akan kita lakukan semata² untuk mendapatkan Ridha Allah, menunaikan perintah-Nya, sebagai ibu yang menjadi madrasah pertama, yang wajib memberikan pendidikan terbaik bagi anak²nya.
Tetap semangat, jangan mudah menyerah❣


BB Booster #5: Hira 1 tahun 8 bulan

MaasyaaAllah tabarakallah..
Alhamdulillah...Hira naik lagi berat badannya dan sekarang menembus angka 9,1 kg. Terharu sekali...Allah Maha Baik memang...sesudah diuji anak sakit typus sekarang alhamdulillah nafsu makannya berangsur membaik.
Untuk menu sehari², hira saya beri makanan pokok 3 kali sehari.
Pagi: nasi+ telur /nasi+ nugget
Siang: nasi+ soto sapi
Malam: nasi+ ayam/ nasi+ bakso
Untuk camilannya saya tawarkan sesering mungkin, sejauh ini hira sukanya makan:
- beberoll (bisa habis 1-3 bungkus)
- pudding promina 1 bungkus
- misoa telur setengah porsi
- pempek (1 buah) / bakso ikan (3 buah)
Lalu untuk susunya, karena Hira sama sekali ga suka susu formula, bahkan pediasure yg dulu dia lumayan doyan, sekarang jd ga mau. Akhirnya minum susu morinaga chill g* (bukan promosi), karena selain hira suka kandungan didalamnya pun lebih komplit dibanding susu uht lainnya.
Semoga bulan berikutnya lebih banyak lagi gramasi kenaikan berat badannya Hira, sehingga bisa tercapai berat badan idealnya sebelum usia 2 tahun. Aamiin ya Rabbal'alaamiin.

Kamis, 14 November 2019

BB Booster #4: 1 tahun 7 bulan

Hari ini tepat usia Hira memasuki 1 tahu 7 bulan. MaasyaaAllah Tabarakallah hira udah mulai maik lagi BB nya meskipun ga sebanyak bulan² sebelumnya. Sempat turun jadi 8,5kg. Alhamdulillah puji syukur kepada Allah skrg hira udah 8,8. Semoga bulan depan bisa naik lagi satu kilo. Aamiin😢
Ayooo umma harus semangat dan fokus!!
Umma harus happy, biar bisa bikin Hira happy.
Semangat mawar, kamu pasti bisa. Ayo jangan males²an. Jangan galau²an. Fokusin ke Hira.
Semangat!! Semangat!!! Semangat!!!

Rabu, 30 Oktober 2019

Sekolah sama Umma


Sempat kebingungan untuk mengisi kegiatan harian Hira dirumah, akhirnya saya memutuskan untuk membuat kegiatan harian yang menyenangkan, terencana dan disusun secara sistematis dari hasil observasi kegiatan apa saja yang sekarang sedang Hira senangi, dia mampu lakukan & membantu memenuhi parameter perkembanganya sesuai tahapan usia. Dari hasil berselancar di internet,saya menemukan beberapa blog yang membahas tentang home schooling, diantaranya ada blognya mba Vika (Rumah Berbagi) yang menerapkan montessori dirumahnya, beliau memetakan area belajar menjadi 6 bagian, dan hal itu pula yang menjadi landasan 'pengajaran' yang akan saya terapkan ke Hira.
  • Kurikulum: Kurikulum pendidikan anak usia dini kelompok usia 1-2 tahun oleh Kiki Barkiah (baca selengkapnya disini
  • Area belajar:
  1. Practical Life
  2. Sensorial
  3. Language
  4. Math
  5. Culture
  6. Extension Lesson
  • Hasil Observasi (hal² yang disenangi anak saat ini):
  1. Menungkan air dari gelas ke gelas
  2. Tertarik pada alat tulis
  3. Memainkan stop kontak
  4. Lepas-pasang kabel charger hp
  5. Bermain dilapang
  6. Memainkan keran air
  7. Menyendoki beras
  8. Tertarik pada harmonika
  • Rencana Kegiatan (berdasarkan hasil observasi):
  1. Practical life: water pouring, scooping
  2. Sensorial : silinder block, music, bottle and the lids
  3. Language: reading, singing, flashcard, picture card
  4. Math : counting to ten, introducing number and its quantity 
  5. Culture : introducing ocean, reverse, cloud, forest through images.
  6. Extension lesson: adab, doa, reciting quran.

Selasa, 22 Oktober 2019

BB Booster #3: Pasca Typus

Bismillah.
Sedih banget di berat badannya hira yg dikit lagi masuk angka 9 Kg malah langsung turun drastis karena typus.
Sekarang usianya udah 1 tahun 6 bulan 8 hari dan masih di 8,5 Kg. Alhamdulillahnya masih di garis normal.
Harus buru² semangat lagi buat nata ulang MPASInya. Biar bisa ke kejar lagi.
Tadi pagi alhamdulillah ada makanan yg masuk walaupun ga begitu banyak. Sekarang anaknya udah ga mau sama sekali kalau di'paksa'. Musti lebih sabaaarrr banget. Nawarin berkali² dan stop kalau dia ga mau.
Dari pagi sampai siang ini udah masuk nasi dan lauknya 3sdm, pempek lenjer kecil 1 bh, puding 1 cup kecil, beberapa suap nasi goreng, semangka 1 mangkok 350ml.

Rabu, 09 Oktober 2019

BB Booster #2: Menu hari ke-1

Menu hari #1
Sarapan (07.00)
- Nasi Lemak + Telur dadar + sayur bayam
- Susu min 50 ml

Camilan#1 (10.00)
- Biskuit/ Puding Susu + Buah
- Jus jeruk+ ekstra food + multivitamin

Makan siang (13.00)
- Nasi Lemak + Soto daging
- Susu min 50 ml

Camilan#2 (15.00)
- Ubi manis/biskuit/cereal/ finger food

Makan malam (18.30 -19.00)
- Nasi biasa + sop kaki

Catatan:
- Setiap makanan berkuah bening, wajib diberi lemak tambahan (minyak) 2 sdm.


BB Booster#1: Pendahuluan

بِسْÙ…ِ اللهِ الرَّØ­ْÙ…ٰÙ†ِ الرَّحيمِ
Takaran zat gizi yang dibutuhkan di usia 1-3 tahun:

  • Energi/kalori gizi makronya 1.000 kkal
  • Protein 25 g
  • Air 1,1—1,4 liter atau 5—7 gelas per hari.
  • Gizi mikro: vitamin A 400 RE, Folat 150 µ, kalsium 500 mg, zat besi 8 mg, yodium120 µg, dan zinc/seng 8,3 mg.

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi yang telah ditetapkan oleh Kemenkes RI lewat Peraturan Menteri Kesehatan No. 75 Tahun 2013, inilah jumlah kebutuhan kalori anak setiap hari:
  • Usia 0-6 bulan: 550 Kkal per hari
  • Usia 7-11 bulan: 725 Kkal per hari
  • Usia 1-3 tahun: 1125 Kkal per hari
  • Usia 4-6 tahun: 1600 Kkal per hari
  • Usia 7-9 tahun: 1850 Kkal per hari
Tabel berikut merupakan rangkuman tumbuh kembang fisik anak normal sesuai usianya, berdasarkan standard yang disarankan oleh WHO untuk usia anak 1 tahun 6 bulan.
KeteranganLaki-lakiPerempuan
Underweight7.8 kg7.2 kg
Normal Bawah8.8 kg8.1 kg
Ideal Bawah9.8 kg9.1 kg
Ideal10.9 kg10.2 kg
Ideal Atas12.2 kg11.6 kg
Normal Atas13.7 kg13.2 kg
Overweight15.3 kg15.1 k

Berat badan Hira per 09 Oktober 2019 (1 tahun 5 bulan 23 hari) 8,7kg.
Target penambahan berat badan minimal 1 ons/pekan agar dapat tercapai berat badan ideal sebelum atau saat usia 24 bulan.