Selasa, 13 Februari 2018

Program Hamil

Saya & suami memang tdk ada rencana untuk menunda kehamilan, malah ingin segera diberikan momongan. Namun, setelah 2 bulan menikah belum juga ada tanda-tanda kehamilan, meskipun sebelumnya saya dan suami rajin mengonsumsi madu penyubur kandungan. Akhirnya kami memutuskan untuk check up ke dokter kandungan.
Pertama kita bilang mau program hamil, tapi dokter menyarankan untuk program hamil dimulai jika usia pernikahan sudah lewat 6 bulan. Jadi katanya nikamati dulu aja masa pacarannya. Tapi kami masih dilakukan pemeriksaan oleh dokternya.
Pertama, dokter menanyakan beberapa hal pada kami (seingat saya):
- Haidnya teratur?
- Hari pertama haid terakhir tanggal berapa ( siklus haidnya berapa hari)
- LDM ?
- Frekuensi berhubungan sex dalam seminggu berapa kali?

Setelah semua pertanyaan itu dijawab, kemudian saya di USG 2 dimensi untuk melihat keadaan rahim saya, dan ternyata saya memiliki kista sebesar 2,8 cm. Nah dari sana kaget kan, bayangan saya kalau punya kista itu pasti bakalan susah punya anak, harus operasi, rahimnya ada kemungkinan diangkat dan pikiran negatif lainnya. Tapi untungnya dokter saya ini cukup jelas menerangkan bahwa tidak semua kista berbahaya, ada yang memang kista fungsional. Jadi lumrah terjadi ketika hormon memang tidak seimbang. Oleh karena itu dokter menyarankan saya untuk menghindari junk food, perbanyak makan buah dan sayuran, serta daging yang diolah dengan benar.
Kemudian dokter memberikan rujukan untuk memeriksa kualitas sperma suami ke Lab. Sebelum diperiksakan ke Lab, ada beberapa hal yang pantang suami lakukan, yakni:
- tidak berhubungan badan (dan atau mengeluarkan sperma) minimal selama 3 hari.
- pemeriksaan dilakukan pagi hari.
Setelah hasil lab kami dapatkan, lalu kami kembali ke rumah sakit untuk menemui dokter kandungan. Dokter membaca hasil lab dengan seksama & menerangkan apa yg ada pada hasil lab tersebut. Akhirnya kami diminta untuk menebus resep, yg berisikan beberapa vitamin dan antioksidan. Serta "do & don't" kepada kami. 
Diantaranya:
- Teratur minum asam folat 400 iu (suami dan istri), asam folat untuk istri berfungsi sebagai nutrisi bagi cabang bayi, agar "tidak kecolongan" nutrisi begitu terjadi pembuahan. Sedangkan untuk suami berfungsi agar sperma lebih lincah sehingga dapat mencapai sel telur lebih mudah.
- Olah raga secara teratur, dokter sangat menekankan bahwa kami harus berolah raga. Karena untuk mempersiapkan "benih" yang bagus harus dimulai dari badan yang fit.
- Hindari asap rokok. Dan perbanyak makanan yang mengandung anti oksidan, dibantu vitamin yang tadi diresepkan (suami disarankan untuk memperbanyak makan wortel dan brokoli). Perlu diketahui bahwa perokok pasif lebih beresiko terkena penyakit dibandingkan dengan perokok aktif. Jadi untuk yang berencana memiliki momongan jauhi rokok dan asapnya!
- Istri dengan riwayat kista kurangi makan makanan yang dapat memengaruhi keseimbangan hormon, seperti ayam boiler, susu kacang kedelai dan junk food. Pengalaman saya, mengonsumsi olahan kacang kedelai sangat memperngaruhi pada keseimbangan hormon. Pernah selama satu bulan berturut-turut minum susu kacang kedelai & ternyata siklus haid saya jadi berntakan. Akhirnya saya stop dan alhamdulillah siklus haid saya kembali normal.
- Wajib berhubungan badan di masa subur. Sebelumnya kita harus bisa menghitung dulu siklus haid untuk dapat menentukan masa subur, saya sendiri kurang jago dalam hal ini. Maka saya dibantu dengan aplikasi penentu masa subur yg di install di Hp saya. Jadi  hanya perlu memasukan hari pertama haid terakhir bulan lalu dan bulan sekarang, kemudian aplikasi tersebut akan memberi tahu kapan masa subur kita.
- Frekuensi hubungan badan yang tidak boleh jarang dan tidak boleh juga terlalu sering. 


BIAYA KONSULTASI KE DOKTER
Perlu diketahui, bahwa program hamil tidak bisa di cover oleh asuransi, jadi memang perlu dianggarkan sebagai keperluan khusus. Berikut ini perkiraan biaya yang pernah saya habiskan pada kunjungan pertama ke dokter Sp.OG di RS Mitra Keluarga Tegal, perlu diingat bahwa apa yang saya cantumkan ini tidak mutlak, karena saya hanya mengira-ngira berapa harga yang masih saya ingat.
Pendaftaran dokter spesialis:
Konsultasi:
USG 2D: IDR 145.000
Vitamin: (Asam Folat, supelmen antioksidan tinggi, vitamin C dll)
Cek Lab Kualitas sperma di Lab Prodia:
(Totalnya habis sekitar IDR 800.000-an)

Karena biaya yang lumayan besar, saya dan suami hanya dua kali konsultasi ke Sp.OG. Sisanya saya banyak membaca artikel-artikel seputar kehamilan, program hamil dan kesuburan, juga mendownload aplikasi konsultasi dokter gratis


Selama 4 bulan kami mempraktekan apa yang disarankan oleh dokter, terutama saya yang sangat menjaga asupan makanan. Bahkan di bulan ke 5 pernikahan, selama satu bulan penuh saya sarapan dan makan siang dengan pecel (sayuran rebus dengan sambel kacang), sorenya baru makan sayuran yang di tumis atau di goreng. Dan salah satu yg terpenting, lebih giat dlm beribadah. Karena saya seorang muslim maka diakhir sepertiga malam, saya sholat tahajud, berdoa meminta keturunan yg baik, sholeh & sholehah. Alhamdulillah di bulan ke 6 saya positif hamil.

Sekian, sedikit pengalaman tentang promil yg bisa saya bagikan. 
*nikmati masa 'berdua' dengan suami, tak perlu merisaukan mereka yg bertanya 'kapan?' tanpa memberi solusi. Karena menjadi orangtua butuh kesiapan mental, fisik dan finansial. Tidak hanya ibu, pun ayah harus siap. Jangan karena terbebani komentar negatif orang sekitar sehingga terburu-buru merencanakan kehamilan. Banyak diluar sana hanya 'ingin' tanpa kesiapan, akhirnya sang ibu terkena baby blues berkelanjutan & ayah belum merasa sepenuhnya bertanggung jawab ketika si kecil lahir. So rencanakan dengan matang & minta selalu pertolongan Allah.

Sabtu, 06 Januari 2018

Spa di Rumah

Sebagai perempuan, merawat kecantikan merupakan hal yang wajib. Terlebih bila telah memiliki seorang suami. Tapi ada kalanya tidak ada waktu untuk pergi keluat atau budget yang tidak memungkinkan untuk melakukan perawatan di salon, sebagai solusinya kita masih bisa mengakalinya dengan melakukan spa sendiri dirumah. Dengan bahan-bahan yang cukup murah dan mudah di dapatkan, bisa di supermarket terdekat ketika belanja bulanan, atau via online. Saya sendiri biasa memesan barang di shopee karena selain ada promo gratis ongkir, juga pembayaran dapat dilakukan di Indomaret, jd untuk ibu rumah tangga seperti saya yang tidak punya m-banking dan jauh ke ATM, ini merupakan salah satu solusi terbaik.

Baiklah, pertama yang disiapkan adalah:
1. Minyak Zaitun
2. Lulur
3. Sabun cair
4. Mandi susu
5. Garam mandi/ garam spa

Kesemua item diatas saya beli dengan harga tidak lebih dari 5000, kecuali untuk sabun mandi. Saya biasa pakai merek Naturian, untuk 900ml kalau tidak salah harganya 35rb-45rb. Cukup hemat sebenarnya karena tidak habis dalam waktu sebulan meski saya mandi sehari 2 kali.

Langkah-langkah:
1. Pertama, campurkan lulur (saya bentuknya bubuk) dengan satu sendok makan minyak zaitun, lalu encerkan dengan air hingga mendaptkan kekentalan yang pas.
2. Gosokan ke badan secara perlahan dengan gerakan melingkar, sampai lulur berjatuhan. Ini salah satu step yang penting, kadang kalau tidak sabaran digosok-gosok dengan keras yang justru malah membuat kulit teriritasi & kotoran yang menempel tidak terangkat ssmpurna, jd nikmati saja tahap luluran ini hehe.
3. Bilas dengan air sambil di gosok-gosokan dengan tangan, supaya tidak ada residu lulur yang masih tertinggal.
4. Setelah luluran, biasanya memakai sabun kembali untuk memastikan tidak ada residu lulur yang tertinggal. Bilas.
5. Lalu di baskom besar (saya tidak punya bathup) berisi air hangat, masukan bubuk susu khusus untuk mandi susu.
6. Nikmati sensi rilex saat berendam..sambil di bilas-bilaskan ke badan. Setelah 10 menit berendam. Saya bilas sekali dengan air.
7. Kemudian lanjut merendam kaki di baskom kecil berisi air hangat yang telah ditambahkan garam spa. Sambil sesekali memijat-mijat telapak kaki. Selesai tanpa dibilas.
8. Saya pakai lotion yang sehari-hari saya pakai untuk tangan dan kaki, dan di bagian payudara & perut saya oleskan bio oil, karena saya punya cukup banyak stretch mark akibat hamil anak pertama.
9. Badan segar dan siap melanjutkan aktifitas sebagai ibu & istri kembali. 😊
Selamat mencoba.

*merek produk spa yang saya gunakan:
- Lulur: d'java spa (varian coklat, strawberry, kemuning, susu, mutiara, kopi)
- Garam mandi: d'java spa
- Minyak zaitun: Mustikaratu
- Sabun: Naturians (varian goats milk mix fruit)
- Bubuk susu: d'java spa
- Lotion: Airnderm Lotion pagi
- Body Oil : Bio Oil

Resolusi Pengasuhan 2018

Resolusi Pengasuhan 2018
Oleh: Elly Risman.

Berbagai kegiatan dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi perubahan tahun beberapa saat tadi.
Terpikir oleh saya dengan semua perkembangan situasi akhir akhir ini untuk mengajak  diri saya, keluarga saya  dan anda memikirkan bersama rumusan resolusi pengasuhan untuk tahun ini, 2018.
Berita yang paling mencuat diakhir tahun ini yang sangat mengguncangkan hampir semua  keluarga adalah berita berita yang berseliweran tentang meluasnya LGBT dan zina akibat kalahnya sahabat sahabat saya dari AILA, yang berjuang meminta adanya Judicial Review di MK, terhadap beberapa fasal dari KUHP kita yang sudah terlalu tua untuk disesuaikan dengan kenyataan yang ada sekarang ini dimasyaraat kita. Saya tidak akan membahas hal tersebut karena sudah sangat banyak kita simak dari berbagai media terutama TV dan  media social. Tapi saya akan mengajak diri saya dan anda untuk memikirkan langkah langkah kongkrit yang bisa dan harus kita lakukan di keluarga kita, segera.
Ajakan saya ini  ini juga didasari dengan sangat kuat  oleh data dari  hasil penelitian yang kami lakukan hampir sepanjang tahun 2017 untuk mengetahui dampak kerusakan otak akibat pornografi terhadap anak dan remaja, yang insha Allah akan kami sosialisaikan diakhir bulan Januari yang akan datang.  

Resolusi 1: Perkuat ketahanan Ayah-Ibu.

Selain dari tantangan terhadap pengasuhan anak anak kita, ketahanan terhadap eksistensi keutuhan ayah dan ibu tak kurang kurang di goyang berbagai godaan dizaman ini. Bagaimana kita akan berjuang melindungi  anak anak kita kalau ayah dan ibu sendiri menghadapi masalah yang seperti tak berujung. Jadi mau tidak mau ayah dan ibu sebelum mampu menjalankan peran ‘mengasuh berdua’ saya himbau untuk berusaha sekuat tenaga menemukan dulu pokok masalah, berusaha untuk  saling terbuka dan  mengerti masa lalu dan pengaruhnya bagi kehidupan sekarang. Kita sedang berjuang mempertanggung jawabkan pengasuhan anak kita kepada Allah. Bila ayah – ibu sudah mampu bersatu dan kokoh maka ayah ibu harus segera membuat list apa yang perlu diperbaiki, ditingkatkan dalam hal pengasuhan untuk masing masing anak agar tangguh hidup di era digital ini .
Masing masing ayah dan ibu membuat 3 hal saja yang perlu diprioritaskan ditahun ini untuk masing masing anak.Kemudian gabungkan hasil ayah dan ibu dan terakhir pilih lagi hanya 3 saja minimal untuk di perbaiki dan disempurnakan 6 bulan kedepan. Setelah itu, dijadwalkan topik pembahasannya dan siapa penanggung jawabnya. Bila 3 hal ini telah teratasi maka nanti bisa dijadwalkan 3 hal lainnya untuk waktu berikutnya dengan proses yang sama. Dengan begitu insha upaya yang kita lakukan akan terukur dan bisa dievaluasi. Semua upaya ini harus disesuaikan dengan usia, tingkat kecerdasan dan keribadian masingmasing anak.Dalam hal ini semua haus dipimpin oleh ayah. Peran ayah dalam pengasuhan semakin kritis dan mutlak diperlukan dalam keadaan yang semakin genting sekarang ini. Kurangnya peran dan kehadiran ayah dalam pengasuhan justru sangat signifikan menjadi penyebab dari berbagai masalah moral dan spiritual yang kita hadapi sekarang ini.

Resolusi 2:  Menyicil “hutang jiwa” dan merumuskan ulang Tujuan Pengasuhan .

Kalau kita berhutang di bank harus kita cicil begitu jualah hutang jiwa pada anak anak kita. Untuk mewujudkan peningkatan kualitas pengasuhan anak kita, tak bisa tidak kita harus berusaha  mencicil dulu “hutang hutang jiwa” yang kita buat tak sengaja sepanjang pengasuhannya ditahun tahun yang lalu. Ayah ibu harus bekerjasama menutup lubang lubang pengasuhan ini, dengan lebih banyak memberikan perhatian dan kasih sayang, kesempatan untuk bersama, mendengarkan perasaan anak, berdialog tentang kesulitan dan tantangan yang mereka  hadapi. Jangan lupa bahwa Tujuan utama pengasuhan adalah untuk menjadikan anak anak kita menjadi penyembah hanya Allah saja.Mereka bukan saja harus mengerti tentang berbagai aturan dasar agama tetapi juga senang menjalankannya dan bisa menerapkan batas batas yang boleh dan tidak, yang haram dan halal. Tujuan lainnya adalah bagaimana secara bertahap sesuai dengan usianya anak memiliki kualitas untuk menjadi calon suami istri dan ayah ibu. Sederhana saja, mulailah dengan bertanggung jawab dengan diri sendiri dan punya empati pada orang lain. Bagaimana anak bisa menunjukkan semua hal diatas, kalau kita sekarang mengabaikan perasaannya. Hal lainnya akan berjalan sesuai usia. Tujuan pengasuhan lainnya adalah membantu anak untuk menjadi professional dengan sukses ditiap jenjang pendidikan dan  seperti yang ditentukan oleh agama kita bahwa setiap manusia itu  harus menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri dan keluarganya serta bermanfaat bagi orang banyak.

Resolusi 3 : Komunikasi yang benar, baik dan menyenangkan.

Kemampuan berkomunikasi adalah salah satu kemampuan yang sangat dibutuhkan dimasa depan, dimana kini komunikasi tersebut telh sangat diringkas dan di”hemat” dengan adanya perangkat teknologi komunikasi. Tetapi komunikasi tatap muka tak bisa dihilangkan begitu saja dan menjadi hal yang penuh tantangan untuk dilakukan dimasa depan, karena sekarang antar kamar saja anak dan ortu berkomunikasi lewat wassap atau sms!.
Kitab suci kita sudah merumuskan aturan baju tentang berkomuikasi yang benar. Biasakanlah untuk tak kehilangan komunikasi tatap muka, bicara baik baik dan berkata benar, bicara dengan kasih sayang, bicara dengan lemah lembut dan dengan suara yang rendah, karena dengan suara tinggi dan besar adalah suara Himar.Komunikasi juga harus mengindahkan kaidah cara kerja otak. Hanya kombinasi agama dan cara kerja otak itulah komunikasi bisa menyenengakan dan mengikat hati dan rasa antar ayah ibu dengan anak anak dan antar anak dengan saudara dan teman2nya.

Resolusi 4: Mengajarkan agama sendiri.

Kewajiban kita pada Allah sebagai “baby sitter”Nya adalah memperkenalkan Allah,RasulNya dan kitabNya serta berbagai aturan dalam kitab suci kita secara langsung pada anak anak kita.Kalau dasar pengetahuan kita kurang, itulah yang harus kita upyakan untuk ditingkatkan terlebih dahulu. Tidak ada salahnya dan tidak usah malu bila kita harus belajar “bersama” anak, karena itu lebih benar dan mulia dibandingngkan mensubkontrakkannya ketangan orang atau institusi lain. Kita perlu memantau pemahaman dan pengetrapannya sepanjang kehidupan mereka sehari hari. Ya keimanannya, ibadahnya, amalan hariannya , akhlaknya adalah tanggung jawab utama kita. Buat kerangkanya untuk masing masing anak sesuai usia, tempel ditempat yang sering terlihat agar mudah teringat, dan berusaha melaksanakan dan mengevauasinya. Kita tidak perfect, jadi jangan berharap anak kita perfect. Pendidikan itu perlu proses. Prinsipnya yang penting SUKA bukan BISA saja. Kalau suka , anak mengerjakan perintah Allah  sebagaimana semestinya, bukan hanya BISA melakukannya ketika kita ADA saja!.

Resolusi 5 : Persiapkan anak Baligh.

Karena makanan yang bagus dan rangsangan juga “bagus”, anak kini baligh lebih cepat dibandingkan masa kita remaja dulu. Jadi jangan pernah berfikir “Ah masih lama!”. Tanggung jawab persiapn baligh ini tidak sederhana dan tidak bisa dianggap sepele. Karena begitu anak baligh yang artinya dia telah “sampai” ketahapan dewasa,  berarti hukum agama sudah berlaku baginya. Dia sudah dewasa!.  Akhirnya khusus untuk anak laki laki, kita abai. Padahal mereka adalah target pebisnis Narkoba dan pornografi!. Orang tua sudah harus mempersiapkan anak pelan pelan dengan penjelasan yang sederhana apa yang akan dihadapi anak pada masa pubertasnya sejak diatas usia 7 tahun. Dari segi ibadahnya,menjaga tubuhnya, berpakaian, pisahkan tempat tidurnya, pergaulan dengan keluarga maupun teman dan sekitarnya  dan berbagai adab hidup lainnya.Jangan hanya fokus pada reputasi akademis saja, karena kerusakan otak akibat pornografi tak bisa dilihat dari  terganggu atau tidaknya prestasi akademisnya, tapi pada kehidupan emosinya dan spiritualnya!.

Resolusi 6 : Bijaklah berteknologi.

Mengejutkan sekali data yang kami peroleh dari angket yang kami sebarkan dibeberapa propinsi sejak pertengahan tahun 2017 ini, bahwa kecenderungan orang tua memberikan gadget dan social media  semakin membenkan diusia semakin muda. Ada beberapa kota dan kabupaten tertentu yang persentase pemberian gadget pada anak BATITA DAN BALITA  lebih tinggi dari pada anak SD!.
Kami kawatirkan hal ini terjadi karena orang tua benar benar LATAH, memberikan gadget pada anak karena anak orang lain punya . Tapi lebih menyedihkan lagi kalau pemeberian itu karena orenga tua NGGAK MAU REPOT ngurus anak yang ‘lasak/aktif dan menangis/ rewel atau yang lebih parah karena mereka tidak mau terganggu dalam membaca dan membalas pesan2 teman dari berbagai grup yang dia miliki.
Andai saja para orang tua ini tahu akibatnya bagi otak anak itu, gangguan pada mata, jemari, tulang belakang, perilakunya, dan keberhasilan hidup secara emosional dan spiritual dan betapa repot dan ruginya mereka nantinya, pasti mereka berjuang untuk menunda memberikan perangkat canggih itu pada anak anaknya.
Kendali ini letaknya pada ayah. Berilah anak  perangkat teknologi sesuai dengan para penciptanya memberikan pada anak anak mereka  12- 13 tahun. Dan mulai denga perangkat yang sederhana  fungsinya.Pemberian perangkat canggih ini tidak bisa tidak harus dengan penjelasan akan fungsi dan bahayanya, aturan yang harus dibahas dan disepakati bersam dan merumuskan konsekuensinya bial dilanggar. Itu saj juga tidak cukup, tpi harus disempurnakan dengan pendampingan , dialog dan diskusi dan pembuatan peraturan berikutnya sesuai dengan meningkatnya usia. Ayah ibu harus menjelaskan pada anak bahaya pornografi, kriminalitas, berbagai jenis narkoba dan kemungkinan kejahatan melalui perangkat tersebut dan bagaimana menghindarinya dengan cara melakukan “bermain Peran” atau Role Play.
Menyedihkan sekali menemukan fakta dari kegiatan kami, anak anak yang diberikan HP pada usia muda, ternyata mengakses pornografi mulai jam 10 malam sampai dini hari…
Sekali lagi ayah bunda, anak anda generasi Millenials dan generasi Alpha (lahir diatas 2010!), tantangannya luar bisa.
Selamat berjuang, Tawakkal dan selalu minta petunjuk Allah dan perlindungannya dan selalu baut semua usha dengan doa yang tiada putus.
Insha Allah!

Elly Risman
# ParentingEraDigital
Silahkan share bila dianggap perlu

Selasa, 30 Mei 2017

NHW #3: Surat Cinta [Matrikulasi IIP Batch #4]

 NICE HOMEWORK #3


Membangun Peradaban dari dalam Rumah
Bunda, setelah kita belajar tentang "Membangun Peradaban dari Dalam Rumah" maka pekan ini kita akan belajar mempraktekkannya satu persatu.
Pra Nikah
a. Bagi anda yang sedang memantaskan diri untuk mendapatkan jodoh yang baik, tulislah suara hati anda dengan tema “UNTUKMU CALON IMAMKU”
b. Lihatlah diri anda, tuliskan kekuatan potensi yang ada pada diri anda.
c. Lihatlah orangtua dan keluarga anda. Silakan belajar membaca kehendakNya, mengapa anda dilahirkan di tengah-tengah keluarga anda saat ini dengan bekal/senjata potensi diri anda. Misi rahasia hidup apa yang DIA titipkan ke diri kita. Tulis apa yang anda rasakan selama ini.
d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda?adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa  anda dihadirkan di lingkungan ini?

‍‍‍Nikah
Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.
a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.
b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.
c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, memgapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.
d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

‍‍Orangtua Tunggal (Single Parent)
Bagi anda yang saat ini sedang mendidik anak-anak anda sendirian tanpa kehadiran pasangan hidup kita
a. Buatlah “Tanda Penghormatan’, dengan satu dua kalimat tentang sisi baik “ayah dari anak-anak kita” sehingga dia layak dipilih Allah menjadi ayah bagi anak kita, meskipun saat ini kita tidak lagi bersamanya.
b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan  potensi kekuatan diri mereka masing-masing.
c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak anda, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan dengan tantangan keluarga yang luar biasa seperti ini. Apa misi hidup rahasiaNya  sehingga kita diberi ujian tetapi diberikan bekal kekuatan potensi yg kita miliki.
d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?
Setelah menjawab pertanyaan - pertanyaan tersebut di atas, sekarang belajarlah memahami apa sebenarnya "peran spesifik keluarga" anda di muka bumi ini.
Selamat membaca hati dan menuliskannya dengan nurani. Sehingga kata demi kata di nice homework #3 kali ini akan punya ruh, dan menggerakkan hati yang membacanya.
Salam Ibu Profesional
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

NHW #3 Membangun Peradaban dari dalam Rumah
Kelas Matrikulasi Batch #4
Oleh Nadya Mawartiani

1) Surat Cinta
Hemh..(menghela nafas..) Bismillahirahmanirrahim.
Alasanku memilihmu yang selain TAKDIR adalah.. karena kamu 
Karena kamu seperti malaikat pelindung, pangeran berkuda putih, kakak, teman, penguntit, pengganggu dan harapan. Lima tahun yang lalu saat kamu muncul dihadapanku dengan potongan rambut  mirip Hyena, aksen bahasa daerah yang kental plus kasar, selera humor yang membuat orang lain harus berpikir,  dan dari aroma tubuhmu aku tau berapa kali dalam seminggu kamu mandi. Membuatku tidak memiliki alasan untuk menaruh hati padamu, terlebih saat kuliah dulu kau sering mengataiku 'bodoh' 😑 Namun waktu perlahan menjelaskan semua kesalah pahaman, dari apa yang nampak dan yang tak dapat kulihat. Kamu seperti malaikat pelindung yang sangat peduli terhadap orang lain, meskipun terkadang mereka mengabaikanmu, sikapmu tidak berubah, tetap siaga saat mereka membutuhkanmu. Terlebih kepedulianmu kepadaku. Kamu seperti kakak dan teman baik yang tak segan menunjukkan salahku, mengkritik, lalu mengarahkan bagaimana seharusnya aku bersikap.Bahkan kamulah orang pertama yang mengajakku untuk berhijrah, dan mengenal Illah lebih dekat. Kamu seperti pangeran berkuda putih, aku masih ingat bagaimana secara tiba-tiba datangnya sebuket bunga mawar dan sepucuk surat berisi lamaran tanpa nama pengirim dan ternyata itu kamu, dan dari sanalah mimpi 'Negeri Dongeng'ku terwujud. Hal terbaik yang menjadi alasan aku memilihmu adalah, kamu membuatku jatuh cinta disaat yang tepat, dan menyakinkanku sebagai orang yang tepat. Kini saat sudah berumah tangga, aku yakin telah dinikahi oleh salah seorang pria tersabar didunia, yang memaafkan masalaluku dan menjadikan ku masa depannya. Kamu menjadikanku untuk tidak seadanya. Terimakasih sudah berjuang untuk dunia dan akhiratku,kamu adalah wujud terindah dari untaian do'a tulus kedua orangtuaku. Bersamamu menjadi sebab kebahagiaanku.
Respon suami : (membaca sambil menahan senyum)lalu bilang "baik-baik saja" wkwkw. Mungkin isi suratnya tersirat seperti pertanyaan "apa kabar?". Memang sudah kuduga, malah tadinya ngira bakal jawab "Oh.." atau "Hemm..". Maklumlah, suami memang seperti oppa-oppa korea yang sok cool macem Go Joon Pyo gitulah wkwkw. Lebih seneng ngeledek & ngebecandain daripada muji. Suka malu katanya kalau ada perempuan yang muji. Hahahha😂.

Materi #3: Peradaban dari dalam Rumah [Matrikulasi IIP Batch #4]

Minggu kemarin kita sudah belajar menjadi individu, istri dan ibu yang profesional dengan cara membuat indikator checklist yang harus di lakukan secara jujur oleh diri sendiri, maka di materi ketiga ini kita akan belajar bagaimana membangun peradaban dari dalam rumah. Berikut resume materinya.

Resume Materi Sesi #3
Peradaban dari dalam Rumah
Disusun oleh Tim Matrikulasi- Institut Ibu Profesional

Membangun Peradaban dari dalam Rumah 

Rumah adalah taman dan gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarganya menuju peran peradabannya

Bunda, rumah kita adalah pondasi sebuah bangunan peradaban, dimana kita berdua bersama suami, diberi amanah sebagai pembangun peradaban melalui pendidikan anak-anak kita. Oleh karena itu sebagai orang yang terpilih dan dipercaya oleh yang Maha Memberi Amanah, sudah selayaknya kita jalankan dengan sungguh-sungguh.
Maka tugas utama kita sebagai pembangun peradaban adalah mendidik anak-anak sesuai dengan kehendakNya, bukan mencetaknya sesuai keinginan kita.
Sang Maha Pencipta menghadirkan kita di muka bumi ini sudah dilengkapi dengan “ misi spesifiknya ”, tugas kita memahami kehendakNya.
Kemudian ketika kita dipertemukan dengan pasangan hidup kita untuk membentuk sebuah keluarga, tidak hanya sekedar untuk melanjutkan keturunan, atau hanya sekedar untuk menyempurnakan agama kita. Lebih dari itu, kita bertemu dengan suami dan melahirkan anak-anak, adalah untuk lebih memahami apa sebenarnya “ peran spesifik keluarga” kita di muka bumi ini.
Hal ini yang kadang kita lupakan, meski sudah bertahun-tahun menikah.
Darimana kita harus memulainya?
Pra Nikah
Buat anda yang masih dalam taraf memantaskan diri agar mendapatkan partner membangun peradaban keluarga yang cocok, mulailah dengan tahapan-tahapan ini:
a. Bagaimana proses anda dididik oleh orangtua anda dulu?
b. Adakah yang membuat anda bahagia?
c. Adakah yang membuat anda “sakit hati/dendam’ sampai sekarang?
d. Apabila ada, sanggupkah anda memaafkan kesalahan masa lalu orangtua anda, dan kembali mencintai, menghormati beliau dengan tulus?
Kalau empat pertanyaan itu sudah terjawab dengan baik, maka melajulah ke jenjang pernikahan.
Tanyakan ke calon pasangan anda ke empat hal tersebut, minta dia segera menyelesaikannya.
Karena,

Orang yang belum selesai dengan masa lalunya , akan menyisakan banyak luka ketika mendidik anakknya kelak
Nikah
Untuk anda yang sudah berkeluarga, ada beberapa panduan untuk memulai membangun peradaban bersama suami anda dengan langkah-langkah sbb:
-Pertama temukan potensi unik kita dan suami, coba ingat-ingat mengapa dulu anda memilih “dia” menjadi suami anda? Apa yang membuat anda jatuh cinta padanya? Dan apakah sampai hari ini anda masih bangga terhadap suami anda?
-Kedua, lihat diri kita, apa keunikan positif yang kita miliki? Mengapa Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Sampai kita berjodoh dengan laki-laki yang sekarang menjadi suami kita? Apa pesan rahasia Allah terhadap diri kita di muka bumi ini?
-Ketiga, lihat anak-anak kita, mereka anak-anak luar biasa. Mengapa rahim kita yang dipilih untuk tempat bertumbuhnya janin anak-anak hebat yang sekarang ada bersama kita? Mengapa kita yang dipercaya untuk menerima amanah anak-anak ini? Punya misi spesifik apa Allah kepada keluarga kita, sehingga menghadirkan anak-anak ini di dalam rumah kita?
-Keempat, lihat lingkungan dimana kita hidup saat ini. Mengapa kita bisa bertahan hidup dengan kondisi alam dimana tempat kita tinggal saat ini? Mengapa Allah menempatkan keluarga kita disini? Mengapa keluarga kita didekatkan dengan komunitas-komunitas yang berada di sekeliling kita saat ini?
Empat pertanyaan di atas, apabila terjawab akan membuat anda dan suami memiliki “ misi pernikahan” sehingga membuat kita layak mempertahankan keberadaan keluarga kita di muka bumi ini.

 Orang Tua Tunggal
Buat anda yang saat ini membesarkan anak anda sendirian, ada pertanyaan tambahan yang perlu anda jawab selain ke empat hal tersebut di atas.
a. Apakah proses berpisahnya anda dengan bapaknya anak-anak menyisakan luka?
b. Kalau ada luka, sanggupkah anda memaafkannya?
c. Apabila yang ada hanya kenangan bahagia, sanggupkah anda mentransfer energi tersebut menjadi energi positif yang bisa menjadi kekuatan anda mendidik anak-anak tanpa kehadiran ayahnya?
Setelah ketiga pertanyaan tambahan di atas terjawab dengan baik, segeralah berkolaborasi dengan komunitas pendidikan yang satu chemistry dengan pola pendidikan anda dan anak-anak.
Karena,
IT TAKES A VILLAGE TO RAISE A CHILD
Perlu orang satu kampung untuk mendidik satu orang anak
Berawal dari memahami peran spesifik keluarga kita dalam membangun peradaban, kita akan makin paham apa potensi unik produktif keluarga kita, sehingga kita bisa senantiasa berjalan di jalanNya.
Karena
Orang yang sudah berjalan di jalanNya, peluanglah yang akan datang menghampiri kita, bukan justru sebaliknya, kita yang terus menerus mengejar uang dan peluang
Tahap berikutnya nanti kita akan makin paham program dan kurikulum pendidikan semacam apa yang paling cocok untuk anak-anak kita, diselaraskan dengan bakat tiap anak, potensi unik alam sekitar, kearifan lokal dan potensi komunitas di sekitar kita.
Kelak, anda akan membuktikan bahwa antara pekerjaan, berkarya dan mendidik anak, bukanlah sesuatu yang terpisahkan, sehingga harus ada yang dikorbankan
Semuanya akan berjalan beriring selaras dengan harmoni irama kehidupan.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
Sumber Bacaan
Agus Rifai, Konsep,Sejarah dan Kontribusi keluarga dalam Membangun Peradaban, Jogjakarta, 2013
Harry Santosa dkk, Fitrah Based Education, Jakarta, 2016
Muhammad Husnil, Melunasi Janji Kemerdekaan, Jakarta, 2015
Kumpulan artikel, Membangun Peradaban, E-book, tanggal akses 24 Oktober 2016

Rabu, 24 Mei 2017

NHW #2: Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan [Matrikulasi IIP Batch #7]

Minggu kemarin miss Hessa sebagai Fasil telah menyampaikan materi ke dua diperkuliahan IIP kelas matrikulasi berjudul " Menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga", dalam materi kali ini dibahas lebih terperinci lagi apa tugas dan fungsi seorang ibu sebenarnya dan bagaimana agar seorang ibu dapat berproses menjadi lebih baik lagi hingga kemudian dapat dikatakan sebagai yang profesional. Salah satu media untuk berproses menjadi ibu yang profesional ialah lewat tugas yang ditugaskan pada pekan ini.
Berikut ini penjabaran tugas/ NHW sesi #2:

Setelah memahami tahap awal menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga. Pekan ini kita akan belajar membuat
Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan"
a. Sebagai individu
b. Sebagai istri
c. Sebagai ibu
Buatlah indikator yg kita sendiri bisa menjalankannya. Buat anda yang sudah berkeluarga, tanyakan kepada suami, indikator istri semacam apa sebenarnya yang bisa membuat dirinya bahagia, tanyakan kepada anak-anak, indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia.Jadikanlah jawaban-jawaban mereka sebagai referensi pembuatan checklist kita.
Buat anda yang masih sendiri, maka buatlah indikator diri dan pakailah permainan “andaikata aku menjadi istri” apa yang harus aku lakukan, “andaikata kelak aku menjadi ibu”, apa yang harus aku lakukan.
Kita belajar membuat "Indikator" untuk diri sendiri.
Kunci dari membuat Indikator kita singkat menjadi SMART yaitu:
- Spesifik (unik/detil)
- Measurable (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
- Achievable (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
- Realistic (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
- Timebond ( Berikan batas waktu).

Tugas : 
NHW #2: Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan [Matrikulasi IIP Batch #4]
Oleh Nadya Mawartiani
Rabu, 06 Februari 2019.

Menurut buku yang pernah saya baca karangan ustadz Felix Siauw " How to Master Your Habbits", bahwa suatu kegiatan akan mulai menjadi kebiasaan (habbit) jika seseorang melakukan perbuatan tersebut secara berulang selama minimal satu bulan. Untuk itu saya membuat checklist indikator ini untuk dilakukan sebulan penuh, dan berhubung sudah mulai memasuki bulan puasa (Ramadhan), maka sayapun menambahkan beberapa kegiatan yang rutin dilakukan pada bulan Ramadhan.
Sebagai   Individu 
Oleh Nadya Mawartiani
No
Kegiatan
Parameter Keberhasilan
Checklist Harian (dd/mm/yy)







1
Sholat wajib
Awal waktu







2
Sholat sunnah rawatib
Min 3 kali/ hari







3
Sholat sunnah Duha
Min 4 kali/pekan







4
Sholat sunnah qiyamul layil
Min 1 kali/ pekan







5
Sholat sunnah Tahajud
Min 1 kali/pekan







6
Sholat Tarawih (Ramadhan)
Min 4 kali/pekan *kec udzur







7
Sholat sunnah taubat
Min 3 kali/ pekan







8
Puasa Wajib (Ramadhan)
Sebulan penuh *kec ada udzur







9
Puasa Syawal
6 hari berturut2







10
Puasa Qadha
Awal bulan







11
Puasa Senin-Kamis
Min 1 kali/ pekan







12
Puasa Ayyamul Bidh
3 hari/ bulan







13
Puasa Arafah
1 hari *kec berhaji







14
Puasa 'Asyura dan Puasa Tasu'a
Min 10 muharam







15
Tilawah Al-quran
1/2 Juz per hari







16
Menghafal Al-quran
2 ayat/ pekan







17
Menghafal do'a
1 do'a/ bulan







18
Membaca doa harian
3 do'a/ perhari







19
Membaca Al-ma'surat
Min per petang







20
Mendengarkan tausyiah RII
Min 1 bahasan/ hari







21
Mengikuti Liqo'
1 kali/ pekan







22
Membaca buku
1 buku/ bulan







23
Mengikuti pengajian komplek
1 kali/ pekan







24
Menelpon orang tua
1 kali/ pekan







25
Menelpon adik
1 kali/ pekan







26
Bersedekah
Min 1 kali/ pekan







27
Jogging
1 kali/ pekan







28
Pilates
3 kali/ pekan







29
Skuat
3 kali/ pekan







30
Mandi
2 kali/ hari







31
Keramas
3 kali/ pekan







32
Gosok gigi
2 kali/ hari







33
Luluran
1 kali/ pekan







34
Maskeran
2 kali/ hari







35
Face Peeling
1 kali/ pekan







36
Double cleansing
Min 1 kali/ hari







37
Day&night cream
1 kali/ hari







38
Mengikuti kelas IIP
Hadir awal waktu







39
Mengerjakan NHW
Max H+3 setelah ditugaskan







40
Posting blog
1 kali/pekan







41
Blog walking
1 kali/pekan







42
Senyum, sapa, salam
1 orang/ hari







43
Posting dagangan
1 kali/ hari









Selanjutnya sebagai seorang istri, sebenarnya masih agak kebingungan apa saja yang harus dimasukan sebagai indikator istri profesional. Karena sewaktu bertanya pada suamipun jawabannya "istri yang kayak Mawar"😑 (antara seneng digombalin atau sebel karena ga dibantuin mikir) wkwkw.
Baiklah mari kita berandai-andai saja.

sebagai Istri
Oleh Nadya Mawartiani
No
Kegiatan
Parameter Keberhasilan
Checklist Harian (dd/mm/yy)







1
Bangun pagi
1/2 jam sebelum subuh







2
Menyiapkan sarapan
1 jam sebelum suami mandi







3
Menyiapkan pakaian7 kali/ pekan







4
Membereskan rumah
7 kali/ pekan sebelum jam 9 pagi







5
Mencuci piring
7 kali/ pekan sebelum jam 10 pagi







6
Mengajak suami qiyamul layl
Minimal 1 kali/pekan







7
Mengepel lantai
Min 2 kali/ pekan







8
Menyapu rumah
7 kali/ pekan sebelum jam 11 pagi







9
Menyapu halaman
Min 1 kali/ pekan







10
Memasak makan malam
Beres max 1/2 jam sebelum suami pulang







11
Bersegera menyambut suami pulang
7 kali/ pekan







12
Cium tangan & peluk 10 detik
pagi dan sore setiap hari







13
Membawakan minum
7 kali/ pekan







14
Double clenasing suami
Min 3 kali/ pekan







15
Mendengarkan saat dinasehati & tidak membantah
Min 15 menit saat dinasehati







16
Bersegera saat diperintah
dilakukan saat itu juga







17
Mengajak suami curhat
setiap malam







18
Menceritakan kejadian dirumah
setiap malam







19
Tes hafalan ayat dan doa bersama
Min 1 kali / pekan







20
Nonton Anime/film bersama
Min 1 kali /bulan







21
Belajar tahsin ke suami
1 kali/ pekan







22
Memasak bersama
1 kali/ pekan







23
Tidak ribut untuk alasan apapun









Terakhir adalah berandai-andai apa yang putri kecil saya harapkan dari saya untuk menjadi seorang ibu yang profesional, sebenarnya ini salah satu yang tersulit,  karena anak saya masih berusia 9 bulan, jadi belum bisa diajak berdiskusi dan saya seorang ibu baru belum perpengalaman, jadinya agak harus mencari referensi hehe.
1. Bersikap sabar dan berlemah lembut kepada anak (tanpa batas waktu)
2. Mengajarkan dan mengenalkan anak ilmu agama dan aqidah
3. Membuat makanan & camilan sehat untuk anak setiap hari
4. Mengdampingi kegiatan belajar dan bermain setiap hari
5. Menyediakan fasilitas pembelajaran yang sesuai dengan usia anak
6. Mengajak bermain kearea publik minimal 1 kali/pekan
7. Membacakan buku minimal 1 hari, 1 buku.
8. Memberikan stimulasi yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak setiap hari

Sekian, semoga untuk indikator perempuan profesional sebagai individu, istri dan ibu, bisa dikerjakan secara maksimal selama satu bulan kedepan, agar menjadi kebiasaan baik sehingga tercapai tujuan menjadi seorang ibu yang profesional.