Jumat, 03 Mei 2019

Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini (2-3 tahun)

Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini
Disusun oleh: Kiki Barkiah

Bagian 4
Hal yang penting dipelajari di usia 2-3

1. Memberikan pendidikan agama dan moral
Pada usia ini biasnya anak mulai lebih tertarik pada kegiatan beragama dengan menirukannya. Anak juga suka meniru perilaku orang tua dan saudaranya.
materi:
– Membiasakan anak berada dalam suasana kegiatan beribadah
– Memberikan kesan positif bagi anak tentang kegiatan beribadah
– Melatih anak untuk bersikap baik terhadap orang yang sedang beribadah
– Mulai mengajarkan tauhid rububiyah (Allah sebagai pencipta) yaitu dengan sering menyebutkan asma Allah saat memperkenalkan ciptaan Allah
– Mempraktekan kata-kata ajaib yaitu terimakasih, maaf, tolong, permisi.
– Mencontohkan potongan kata dari doa-doa singkat, biasanya anak akan mengikuti akhiran kemudian semakin lama semakin hafal
– Memberikan keteladanan dalam bersikap
– Memperdengarkan surat pendek secara berulang
– Membangun sikap bersedia berbagi, menunggu giliran, menolong orang lain dan bekerja sama
– Mempraktekan kalimat-kalimat singkat yang bekaitan dengan ibadah seperti basmallah, hamdallah, dan salam

2. Melatih perkembangan sosial dan emosi
Materi:
– Melatih anak untuk menghargai hak orang lain seperti mengantri dan bergiliran
– Melatih anak untuk dapat berbagi, bekerja sama dan menolong orang lain
– Melatih anak untuk bermain secara kooperatif dalam kelompok
– Melatih kepedulian dalam berinteraksi dengan orang lain seperti bersalaman, menjawab salam atau pertanyaan
– Melatih anak untuk mengikuti aturan dalam permainan
– Melatih anak untuk dapat mengungkapkan perasaannya

3. Melatih perkembangan bahasa dan komunikasi
Pada usia ini anak dapat bercakap-cakap dengan cukup baik untuk dimengerti orang tua, anak memiliki sebutan untuk hampir semua benda sehari-hari, dapat menggunakan dua kata atau lebih ketika berbicara, anak apat berpartisipasi dalam permainan sederhana, anak mulai senang mendengarkan cerita bergambar, serta mulai mengajukan pertanyaan dengan menggunakan kalimat tanya,
Materi:
– Melatih anak agar menggunakan kalimat sederhana untuk menyatakan keinginannya (dapat meminimalisir tantrum)
– Memperkaya perbendaharaan kalimat anak melaui percakapan, permainan dan buku
– Memberikan cerita sederhana lewat buku dan alat peraga
– Melatih anak menyebutkan nama lengkapnya
– Sering memberikan pertanyaan untuk dijawab dengan kalimat sederhana
– Melibatkan anak dalam permainan berpura-pura dengan peran yang lebih bervariasi
– Melibatkan anak alam permainan engan memberi instruksi sederhana
– Membangun interaksi yang mengandung canda tawa
– memperagakan suara dan tingkah laku
– Memberikan berbagai perintah sederhana
– Mengembangkan kalimat saat menjawab pertanyaan sederhana mereka
– Mendorong anak untuk membagikan pengalamannya pada orang lain

4. Melatih kemandirian, tanggung jawab dan pemecahan masalah
Pada usia ini anak akan meniru cara pemecahan orang dewasa atau teman
Materi:
– Mencoba memakai dan mencopot baju sendiri
– Toilet training (anak apat mengungkapkan ketika ingin buang air kecil atau besar)
– Melibatkan anak dalam membereskan mainan
– Mendorong anak untuk terlibat menjaga kebersihan (misal membuang sampah, mengelap yang tumpah)

5. Mengajarkan konsep sederhana dan kemampuan kognitif
Pada usia ini anak sudah mulai berkonsentrasi melakukan sesuatu tanpa banyak dibantu orang tua, anak mulai memberikan nama atas karya yang dibuatnya, anak mengetahui berbagai cara pengggunaan benda karena meniru perilaku orang di sekitarnya, anak juga lebih dapat terlibat dalam pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi seperti memasangkan atau mencocokan gambar, anak menunjukkan kesadaran atas perbedaan kepemilikan
Materi:
– Memperkaya perbendaharaan konsep kebalikan seperti panas/dingin, buka/tutup, atas/bawah
– Meminta anak menunjuk gambar suatu benda yang umum
– Memperkenalkan beragam warna
– Melatih untuk memilah barang atau memasangkan
– Mengajarkan konsep meminta ijin
– merangkai puzzle sederhana
– Meminta anak menyebutkan bagian-bagian tubuh yang umum
– Mengeksplorasi sebab akibat
– Meminta anak menyebutkan bagian-bagian gambar
– Mengenalkan bentuk
– Mengenalkan pola
– Memperkenalkan angka dengan menyebutkan urutannya dan menghitung jumlah benda
– Mengenalkan konsep ukuran panjang/pendek, tinggi/pendek
– Mengenalkan jenis kelamin
– Mengenalkan umurnya
-Mengamati dan membedakan benda di sekitarnya

6. Melatih koordinasi gerak tubuh
Memberikan stimulus pada anak agar dapat:
– Menumpuk benda lebih tinggi (6 benda atau lebih)
– Menuruni anak tangga satu demi satu dengan kaki yang sama secara perlahan
– menari mengikuti irama
– dapat melipat kertas bila dicontohkan terlebih dahulu

7. Melatih motorik kasar
Memberikan stimulus pada anak agar dapat:
– Berlari dengan baik
– Memanjat
– Membuka dan menutup pintu secara lebih hati-hati
– Melompat dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah
– Melompat ke depan dan ke belakang dengan dua kaki
– Melempar dan menagkap bola
– Mampu berdiri seimbang di atas satu kaki untuk beberapa detik
– Dapat menendang bola
– Berjalan sambil berjinjit
– Naik-turun tangga atau tempat yang lebih tinggi/rendah dengan berpegangan

8. Melatih motorik halus
Materi:
– Memberikan alat tulis untuk membuat tulisan cakar ayam
– Meremas kertas atau kain dengan menggerakkan lima jari
– Melipat kain/kertas meskipun belum rapi/lurus
– Menggunting kertas tanpa pola engan gunting khusus balita
– Melatih Koordinasi jari tangan cukup untuk memegang benda pipih seperti sikat gigi, sendok

9. Melatih kontrol diri
Pada usia ini anak mudah kecewa oleh perubahan besar dalam rutinitas sehari-hari. Anak senang bereksplorasi namun cenderung impulsif. Mereka membutuhkan batasan yang jelas untuk menghindari cedera. Anak mulai menunjukan kesukaan tertentu terhadap orang atau bena sehingga sering muncul konflik seperti rebutan mainan dengan sadara. Anak juga mulai dapat memanipulasi sikap dan memunculkan perilaku negatif untuk mencari perhatian.
Materi:
– Melatih anak untuk mengungkapkan keinginan dengan cara yang baik, jangan layani keinginannya sebelum ia menenangkan diri dan berlatih meminta dengan cara yang baik
– Memberi pengertian dengan komunikasi secara singkat, padat dan jelas jika keinginannya sedang tidak mungkin dipenuhi, lalu tawarkan solusi lain atau alihkan dengan aktifitas lain
– Sigap terhadap sikap-sikap nonverbal yang muncul karena keterbatasanya mengungkap keinginan secara verbal, lalu latih ia mengungkapkan keinginannya secara verbal
– Membantu anak mengenal perasaannya, lalu akui perasaannya saat ia sedih, kecewa atau marah, lalu latih ia untuk bersikap bijak dalam mengelola perasaannya
– Mengkondisikan lingkungan agar tidak terlalu banyak perubahan besar dengan membuat rutinitas yang teratur atau persiapkan dengan matang saat akan mengalami perubahan rutinitas
– Menangkap sebanyak-banyaknya perilaku baik dan menyenangkan lalu apresiasilah dengan ungkapan kasih sayang, agar kedepannya ia tumbuh menjadi anak yang lebih memilih mencari perhatian positif daripada negatif
– Memberi dan menyampaikan batasan dalam bereksplorasi atau mengalihkan anak pada kegiatan lain yang lebih wajar ketika belum dapat memahami batasan perilaku

10. Melatih pola hidup sehat dan keamanan diri

Materi:
a. Menciptakan lingkungan rumah yang aman dan nyaman agar tidak terlalu banyak meralang anak bereksplorasi, seperti:
– Sediakan pagar menuju tangga
– Pasang pengganjal pintu anti terjepit
– Pasang cilhd lock dalam kulkas, laci dan lemari
– Jauhkan barang berbahaya dari jangkauan
– Pasang terminal listrik diluar jangkauan anak
– Pasang pagar pengaman di luar atau sediakan pintu bertralis
– Jauhkan dispenser air panas atau gunakan dispenser dengan child lock.
b. Melatih anak untuk dapat mencuci, membilas, dan mengelap ketika cuci tangan tanpa bantuan
c. melatih anak agar dapat memberitahu orang dewasa bila sakit
d. Melatih anak membiasakan diri mencuci atau mengganti alat makan bila jatuh
e. Memberikan pengertian secara singkat, padat dan jelas mengenai batsan perilaku demi kemanan diri kemudian segera mengalihkannya pada kegiatan lain yang lebih aman dan wajar
f. Melatih anak untuk rutin menggosok gigi

11. Melatih kemampuan seni

Materi:
– Memfasilitasi anak untuk membuat gambar lalu mengapresiasi hasilnya
– Mengajarkan konsep kebaikan dan kebiasaan baik melalui lagu dan memintanya bernyanyi bersama
– Melatih anak mengikuti gerakan tubuh sederhana
– melatih anak betepuk tangan atau menghentakan kaki mengikuti irama
– Bermain pura-pura dengan menirukan perilaku binatang
– Bermain pura-pura dengan menirukan aktivitas tertentu
– Mengapresiasi tumpukan balok yang disusun anak sebagai sebuah karya seni tertentu, lalu membahasnya untuk melatih perkembangan bahasa
– Membuat karya seni dengan finger paint
– Membuat karya sederhana dengan play dough

Referensi Kurikulum:
Al- Quran dan Hadist
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomer 137 tahun 2014 tentang Stanar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini
Slow and Steady Get Me Ready, June R Oberlander
The Good Housekeeping Book of Child Care: Inicluding Parenting Advice, Health Care & Child Development for Newborns to Preteens; From the Editors of Good Housekeeping; Hearst Book, 2004

Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini (6-12 bulan)

Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini
Disusun oleh: Kiki Barkiah

Bagian 2
Hal yang penting di pelajari di di usia 6-12 bulan

1. Memberikan pendidikan agama dan moral
Materi:
Pengenalan suasana kehidupan beragama dengan:
– memperdengarkan lantunan ayat suci Al-quran, doa, dan asma Allah
– memperlihatkan dan memperdengarkan berbagai ciptaan Allah
– memperlakukan dengan penuh kelembutan dan kasih sayang
– Memperlihatkan suasana kegiatan beribadah

2. Melatih perkembangan sosial dan emosi
Pada usia ini biasanya anak menempelkan kepala bila merasa nyaman dalam pelukan/gendongan atau meronta bila merasa tidak nyaman, dapat menyatakan keinginan dengan gerakan tubuh dan kata-kata sederhana serta meniru cara orang lain dalam menyatakan perasaan. Anak di usia ini sering mengalami perasaan tidak nyaman saat berpisah dengan pengasuh yang mereka kenal, biasanya ia akan menangis.
Materi:
– Memberikan perasaan aman dan nyaman melalui kasih sayang
– Membangun rasa percaya pada dunia melalui pemenuhan kebutuhan dengan penuh kelembutan dan kasih sayang
– Sering mengekspresikan ungkapan kasih sayang dalam bentuk pelukan, ciuman
– Merespon perasaan mereka dengan penuh kesabaran dan kelembutan
– Membiasakan bayi untuk bertemu orang lain selain pengasuh yang ia kenal

3. Melatih perkembangan bahasa dan komunikasi
Pada tahapan usia ini anak dapat merespons nada suara orang tua, mulai menyadari bahwa kata-kata memiliki makna; mengenali nama beberapa benda, menggunakan suara dan gerakan tubuh untuk memperoleh perhatian, memancing orang di sekitarnya untuk mengekspresikan kasih sayang mereka, merespon ekspresi kasih sayang, mengoceh dengan cara seperti berbicara, membuat suara yang dapat dimengerti sebagai kata-kata, merespon perintah sederhana, menumbuhkan rasa keterikatan pada saudara, merespon bila namanya dipanggil dan mengenal beberapa kata, meniru bunyi yang didengarnya dan menciptakan satu bunyi baru, mengucapkan kata sederhana, misalnya: mama, papa, dan sebagainya, meniru mimik muka, Merespon lagu dan irama, mulai menirukan kata yang terdiri dari dua suku kata, ia juga dapat menyatakan penolakan dengan menggeleng atau menangis, anak dapat menunjuk benda yang diinginkan
contoh latihan:
– Banyak diajak berbicara terutama mengulang kata benda dan aktifitas yang sering dilakukan
– Banyak berinteraksi dengan saudara
– Banyak memberikan ekspresi kasih sayang
– Sering menyapa dengan namanya
– Melatihnya berbicara kata-kata sederhana
– Bermain cilukba dan mimik muka
– membangun komunikasi melalui buku (bergambar besar, Berkalimat sederhana)
– Memberikan perintah sederhana
– Merespon kata-kata sederhananya dengan kalimat yang lebih utuh
– Melatihnya menunjuk sesuatu untuk menyatakan keinginan
– Melatihnya mengungkapkan penolakan dan persetujuan dengan kata sederhana
– Mengulang-ulang kata dan mengajak anak untuk menirukannya

4. Melatih kemandirian dan kemampuan memecahkan masalah
Pada usia ini anak sering mengambil resiko untuk memenuhi rasa ingin tahu, merasa terpesona pada benda dan sangat ingin tahu akibat dari perbuatan mereka terhadap benda tersebut, gelisah bila terpisah dari orang tua dan khawatir bila bertemu orang asing, dapat menenangkan dirinya sendiri dengan bantuan benda seperti empeng atau selimut, dapat minum dari gelas dan makan sendiri menggunakan peralatan makan bayi.
Materi:
– Merangsang anak untuk memecahkan masalah seperti menyingkirkan penghalang untuk mencari benda kesuakaan mereka, mengambil dan menjatuhkan benda, menumpahkan cairan
– Mengenalkan mereka pada makanan padat sebagai tambahan ASI/susu formula
– Melatih kemandirian dalam hal makan dan minum (sediakan fasilitas kemandirian makan dan minum)
– Melatih kemandirian dalam hal bermain dan menyibukan diri sendiri tanpa dampingan

5. Mengenalkan lingkungan sekitar
Materi:
– Mangajak bayi mengamati berbagai benda yang bergerak
– Mengajak bayi mengamati kegunaan benda
– Memberikan perintah sederhana terkait lingkungan sekitar

6. Melatih koordinasi antara penglihatan dan gerak tubuh
Pada usia ini anak suka memperhatikan suatu benda untuk beberapa saat, sudah mulai memiliki kemampuan mengenali ruang dan jarak yang lebih tajam, senang mencari benda-benda tersembunyi; menyadari keberadaan benda walaupun tidak terlihat, dapat memegang benda di kedua tangan, memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain
Materi:
– Merangsang anak untuk mengambil benda pada jarak tertentu
– Merangsang anak untuk mecari benda
– Memberikan benda pada kedua tangannya
– Merangsang anak untuk memindah-mindahkan benda diantara kedua tangan

7. Melatih motorik kasar
Materi:
Berikan stimulasi agar bayi kita dapat:
– Dapat berpindah ke posisi duduk dan kembali tanpa bantuan
– Berguling-guling
– Mencoba maju dengan cara menyorongkan tubuhnya
– Merangkak atau merayap
– Mampu berdiri sendiri tanpa bantuan
– Berjalan sambil berpegangan pada furniture
– Mampu berjalan sendiri
– Memukul-mukulkan, melempar, atau menjatuhkan benda yang dipegang
– bertepuk tangan

8 Melatih motorik halus
Materi:
Berikan stimulus agar bayi kita dapat:
– Meraih dan mencoba menggenggam benda yang besar
– Mengenggam benda kecil dengan telapak tangan
– Menggenggam benda kecil dengan ibu jari dan telunjuknya (menjumput)
– Meremas
– Memegang benda tipis seperti biskuit

9. Melatih respon terhadap rangsangan
Materi:
– Bermain sebab akibat seperti mengambil dan menjatuhkan benda, memindahkan cairan
– Merangsang anak untuk berpaling ke sumber suara
– Merangsang anak untuk mengambil benda
– Memanggil namanya
– Memberikan benda yang dapat dibuka dan di tutup

10. Melatih pola hidup sehat dan keamanan diri
Indikator anak sehat di usia ini dapat dilihat dari besar ukuran berat dan tinggi badan serta ukuran lingkar kepala yang sesuai dengan tingkat usia dan standar yang berlaku.
Materi:
– Memenuhi kebutuhan asupan gizi melalui pemenuhan asi dan makanan pendamping asi
– Melatih ia untuk menunjuk makanan yang diinginkan
– Melakukan pengamatan apakah ia menangis atau berteriak saat ia merasa tidak aman
– Membantu membersihkan gigi dengan penuh kelembutan

Referensi Kurikulum:
Al- Quran dan Hadist
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomer 137 tahun 2014 tentang Stanar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini
Slow and Steady Get Me Ready, June R Oberlander
The Good Housekeeping Book of Child Care: Inicluding Parenting Advice, Health Care & Child Development for Newborns to Preteens; From the Editors of Good Housekeeping; Hearst Book, 2004

Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini (0-6 bulan)

Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini
Disusun oleh: Kiki Barkiah

Bagian 1
Hal yang penting di pelajari di usia 0-6 Bulan

1. Memberikan pendidikan agama dan moral
Materi:
Pengenalan suasana kehidupan beragama dengan:
– memperdengarkan lantunan ayat suci Al-quran, doa, dan asma Allah
– memperlihatkan dan memperdengarkan berbagai ciptaan Allah
– memperlakukan dengan penuh kelembutan dan kasih sayang

2. Melatih perkembangan sosial dan emosi
Pada usia ini anak menunjukan interaksi sosial dengan memberikan tatapan dan senyuman. Ia akan menangis untuk mengekspresikan ketidaknyamanan. Ia juga menangis bila tidak mendapatkan apa yang diinginkan atau ketika berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal. Cara bayi merespon adalah dengan memberikan gerakan tangan dan kaki.
Materi:
– Membangun interaksi secara fokus dengan penuh kelembutan
– Memberikan perasaan aman dan nyaman melalui kasih sayang
– Membangun rasa percaya pada dunia melalui pemenuhan kebutuhan dengan penuh kelembutan dan kasih sayang

3. Melatih perkembangan bahasa dan komunikasi
Pada usia ini anak berkomunikasi dengan menangis, berteriak, bergumam, dan ia akan berhenti menangis setelah keinginannya terpenuhi.
Materi:
– Menghibur sehingga tersenyum dan tertawa
– Mengajak berbicara agar berceloteh

4. Memperkenalkan dengan lingkungan sekitar
Materi:
– Pengenalan wajah orang terdekat
– Pengenalan suara orang terdekat : Diajak berkomunikasi terutama saat menyusui
– Memperlihatkan benda-benda dihadapannya
– Memperdengarkan suara-suara disekitarnya
– Memperkenalkan dirinya, mengulang-ulang nama
– Meperlihatkan wajah di kaca

5. Melatih motorik kasar
Materi:
Berikan stimulasi agar bayi kita dapat:
– mengangkat kepalanya beberapa saat ditelungkupkan
– memutar kepala ke arah samping,
– mengikuti arah benda bergerak
– Kepala dan lengan bergerak bersamaan
– Bermain dengan kakinya
– Berguling
– Menjulurkan kaki saat terlentang
– duduk dengan bantuan
– kepala tegak ktika duduk dengan bantuan

6. Melatih motorik halus
Materi:
Berikan stimulus agar bayi kita dapat:
– memiliki refleks mengenggam jari ketika telapak tangannya disentuh
– memainkan jari tangan dan kaki
– memasukkan jari ke dalam mulut
– Memainkan benda dengan tangan
– Meraih benda di depannya
– Fokus pada benda bergerak dan mencoba meraihnya
– memegang benda dengan kelima jari
– Mendorong benda dengan telunjuknya
– Mencari benda dengan tangannya

7. Melatih kontrol otot mata.
Pada usia ini bayi memiliki fokus penglihatan pada satu benda. Ia memiliki perhatian terhadap gerakan. Ia sangat tertarik pada wajah. Lebih suka berinteraksi dengan orang dibanding dengan benda. Mulai dapat membedakan warna dan menunjukkan kesukan pada warna tertentu
Materi:
– Memperlihatkan gambar terutama berwarna hitam putih
– Menempatkan benda pada jarak tertentu untuk melatih fokus mata
– Menggerak-gerakan benda untuk melatih kontrol mata
– Memperkenalkan buku yang bergambar sederhana dalam ukuran yang besar dan berbahan aman untuk bayi

8. Melatih sensitifitas terhadap bunyi.
Pada usia ini bayi sangat tertarik saat mendengar orang berbicara, mulai dapat mengenali suara orang tuanya atau pengasuh yang sering berinteraksi dengannya, dapat merespon kata-kata dan gerakan yang sering digunakan, dapat membedakan suara orang berbicara dari bunyi lainnya, menoleh pada berbagai suara musik, al-quran atau bunyi-bunyian yang teratur, senang menjatuhkan benda untuk mendengar bunyinya.
Materi:
– Sering mengajak berbicara dan mengulang-ngulang kata untuk suatu rutinitas tertentu.
– Memperdengarkan bunyi yang mengandung repetisi, misal murottal Al Quran
– Memanggil dengan nama
– Memberikan benda yang menimbulkan bunyi
– Menempatkan berbagai bunyi agar bayi memalingkan kepala untuk mengikuti bunyi
– Menggerakan atau menjatuhkan benda agar menimbulkan bunyi

9. Mengembangkan sensitifitas sentuhan
Pada usia ini bayi senang meraih, mengambil, dan menggenggam benda. Meneliti benda-benda dengan cara memasukkannya ke dalam mulut.
Materi:
– Pengenalan tekstur : memberikan beragam benda yang memperkenalkan beragam teksture yang aman bagi bayi
– Menempatkan mainan yang dapat menarik perhatiannya pada jarak tertentu agar ia terlatih untuk meraih dan mengambil

10. Melatih sensitifitas terhadap cahaya
Materi:
– Melatih sensitifitas tehadap gelap dan terang
– Melatih kepekaan terhadap waktu siang dan malam

11. Melatih pola hidup sehat dan keamanan diri
Indikator anak sehat di usia ini dapat dilihat dari besar ukuran berat dan tinggi badan serta ukuran lingkar kepala yang sesuai dengan tingkat usia dan standar yang berlaku.
Materi:
– Memenuhi kebutuhan asupan gizi melalui pemenuhan asi ekslusif
– Melakukan pengamatan apakah ia merespon saat lapar seperti menangis atau mencari puting susu.
– Melakukan pengamatan apakah ia berteriak saat mendengar suara keras

—-BERSAMBUNG—-

Referensi Kurikulum:
Al- Quran dan Hadist
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomer 137 tahun 2014 tentang Stanar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini
Slow and Steady Get Me Ready, June R Oberlander
The Good Housekeeping Book of Child Care: Including Parenting Advice, Health Care & Child Development for Newborns to Preteens; From the Editors of Good Housekeeping; Hearst Book, 2004

Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini (1-2 tahun)

Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini
Disusun oleh: Kiki Barkiah

bagian 3
Hal yang penting dipelajari di usia 1-2

1. Pendidikan agama dan moral
Pada usia ini biasnya anak mulai lebih tertarik pada kegiatan beragama dengan menirukannya. Anak juga suka meniru perilaku orang tua dan saudaranya.
materi:
– Membiasakan anak berada dalam suasana kegiatan beribadah
– Memberikan kesan positif bagi anak tentang kegiatan beribadah
– Melatih anak untuk bersikap baik terhadap orang yang sedang beribadah
– Memperkenalkan kata-kata ajaib yaitu terimakasih, maaf, tolong, permisi.
– Memperkenalkan kalimat-kalimat singkat yang bekaitan dengan ibadah seperti basmallah, hamdallah, dan salam
– Memberikan keteladanan dalam bersikap
– Memperdengarkan surat pendek dalam Al-Quran dan mendorong anak untuk menirukan akhiran ayat

2. Melatih perkembangan sosial-emosi
Pada usia ini anak mulai menunjukkan kesukaan terhadap orang atau benda tertentu. Anak dapat menunjukkan reaksi yang berbeda terhadap orang yang baru dikenal. Anak dapat menunjukkan reaksi marah apabila merasa terganggu. Anak dapat mengeskpresikan berbagai reaksi emosi (senang, marah, takut, kecewa). Anak dapat menunjukan reaksi menerima atau menolak. Anak senang memperhatikan atau mengamati aktivitas teman-temannya. Anak meniru pelikaku orang dewasa yang pernah dilihatnya. Anak dapat bermain dengan temannya namun berinteraksi sangat sedikit.
Materi:
– Melatih anak agar menunjuk atau menyebutkan kata sederhana untuk menyatakan keinginannya agar dapat meminimalisir tantrum. Luangkan waktu
untuk mencari tahu makna isyarat keinginannya, bersabarlah sampai kita dapat memahaminya
– Memberikan “yes or no question” untuk membantu kita menemukan keinginannya
– Setelah kita memahami keinginannnya, bantu melabeli nama perbuatan atau benda yang ingin ia lakukan, agar perbendaharaan kata mereka semakin
kaya
– Melatih anak untuk menunjukan reaksi menerima dan menolak dengan menggunakan kalimat dan cara yang baik
– Melatih anak untuk mengenal nama benda di sekitar mereka serta aktifitas yang rutin dilakukan agar anak terlatih untuk mengungkapkan keinginan secara verbal

3. Melatih perkembangan bahasa dan komunikasi
Pada usia ini anak sangat menikmati pengulangan cerita dan lagu, dapat mengenali detail dalam gambar, memahami instruksi sederhana, dapat mengucapkan kata-kata, menggunakan kalimat yang terdiri dari 2 kata, dapat duduk dengan diam mendengar cerita sederhana, dapat memulai humor dan senang bila dapat membuat orang lain tertawa
Materi:
– Melatih anak agar menunjuk atau menyebutkan kata sederhana untuk menyatakan keinginannya (dapat meminimalisir tantrum)
– Merangsang anak untuk dapat menyebutkan nama benda
– Memperkaya perbendaharaan kata anak
– Memberikan cerita sederhana lewat buku dan alat peraga
– Meminta anak menyebutkan namanya
– Sering memberikan pertanyaan untuk dijawab dengan jawaban ya atau tidak
– Sering memberikan pertanyaan untuk dijawab dengan kata sederhana
– Memberikan buku dengan berbagai gambar yang menarik untuk diamati dan dibahas bersama
– Melibatkan anak dalam permainan berpura-pura
– Membangun interaksi yang mengandung canda tawa

4. Melatih kemandirian dan pemecahan masalah
Materi:
– Melatih anak agar dapat menggunakan gelas dan sendok biasa
– Melatih anak agar dapat makan dan minum sendiri
– Melatih anak untuk terlibat dalam membereskan mainan ( memasukan mainan ke dalam kotak)

5. Mengajarkan konsep sederhana dan kemampuan kognitif
Pada usia ini anak sangat menikmati pengulangan cerita dan lagu, sehingga konsep sederhana bisa disampaikan melalui cerita dan lagu.
Materi:
– Mengajarkan konsep seperti penuh, kosong, jatuh, ada, tidak ada, naik, turun
– Memperkenalkan alat tulis untuk membuat garis
– Meminta anak menunjuk gambar suatu benda yang umum
– Memperkenalkan warna dasar
– Melatih untuk memilah barang berdasarkan warna dan bentuk
– Meminta mereka menyebut beberapa benda dan jenis makanan
– Merangsang mereka untuk mengenali wajah orang melalui gambar
– Mengajarkan konsep kepemilikan benda
– Memperkenalkan dan menyebutkan berbagai rasa makanan
– Membendakan ukuran benda (besar-kecil)
– Menyusun balok sesuai urutan ukuran
– Memperkenalkan sebab akibat perilaku misal: jatuh, tumpah dll
– merangkai puzzle sederhana
– Memperkenalkan angka dengan menyebutkan urutannya
– Mengenalkan bagian-bagian tubuh yang umum

6. Melatih koordinasi gerak tubuh
Memberikan stimulus pada anak agar dapat:
– Menumpuk 2 atau 3 benda
– Menaruh benda dalam wadah
– Mengguncangkan benda keluar dari wadahnya
– Melempar benda keluar dari wadahnya
– Mengeluarkan benda dari wadahnya
– Mengobrak-abrik laci, keranjang baju dan wadah lain karena ingin tahu
– Dapat duduk sendiri di kursi atau bangku ukuran anak-anak

7. Melatih motorik kasar
Materi:
Memberikan stimulasi agar balita kita dapat:
– Berdiri dan berjalan beberapa langkah tanpa bantuan
– Merangkak tempat yang lebih tinggi atau naik turun anak tangga
– Bangkit dari posisi duduk
– Naik-turun tangga menggunakan kaki yang sama dahulu
– Mengendarai mainan kendaraan sederhana
– Dapat menggelindingkan dan melempar bola tanpa kehilangan keseimbangan
– Dapat menendang bola kearah dean
– Berlari
– Berjalan mundur beberapa langkah
– Menarik dan mendorong benda yang ringan
– Berdiri dengan satu kaki selama satu atau dua detik
– Melompat di tempat yang sama

8. Melatih motorik halus
Materi:
Memberikan stimulasi agar balita kita dapat:
– Memegang benda dengan jari dan ibu jari
– Dapat mengambil benda-benda yang kecil
– Memegang gelas dengan kedua tangan
– Membuat coretan bebas
– Membuat garis
– Membalik halaman buku walau belum sempurna
– Menyobek kertas

9. Melatih pola hidup sehat dan keamanan diri
Materi:
– Melatih anak untuk terbiasa mencuci tangan, dan pada akhirnya dapat melakukan sendiri
– Melatih anak untuk selalu berada di samping orang dewasa dan memegang tangan mereka saat berada di tempat umum
– Mengingatkan mereka akan batasan perilaku demi keselamatan dan keamanan diri
– Melatih anak untuk dapat menunjukan dan mengungkapkan rasa sakit dengan lebih rinci
– Melatih anak untuk rutin menggosok gigi

10. Mengembangkan kemampuan seni
Pada usia ini anak-anak biasanya telah dapat mengenali berbagai bunyi dan nada, mengetahui suara binatang, memahami perbedaan suara orang, dapat menirukan bunyi; suara; atau irama yang teratur, dapat merespon suara atau nada dengan menggerakan tubuhnya, dapat menirukan bunyi atau nada
Materi:
– Mengenalkan konsep kebaikan dan kebiasaan baik melalui nada dan lagu
– Menggunakan irama untuk berolah raga
– Meminta anak menirukan bunyi hewan
– Menggambar dengan mencoret-coret
– Membuat karya sederhana dengan balok
– bertepuk tangan degan pola irama tertentu
– Memainkan alat yang mengeluarkan bunyi

Referensi Kurikulum:
Al- Quran dan Hadist
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomer 137 tahun 2014 tentang Stanar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini
Slow and Steady Get Me Ready, June R Oberlander
The Good Housekeeping Book of Child Care: Inicluding Parenting Advice, Health Care & Child Development for Newborns to Preteens; From the Editors of Good Housekeeping; Hearst Book, 2004

Senin, 25 Februari 2019

Cerita Hira

Beberapa pekan lalu, Hira yang baru sembuh dari dermatitis masih kehilangan selera makannya. Tiap kali di dudukan dikursi makan, raut wajahnya pasti berubah meringis. Tapi saat disodori makanan tetap dimakan walapun hanya seujung sendok & tidak lebih dari dua atau tiga suapan. Sisanya ogah-ogahan, tapi dia tetap duduk di kursi makannya sembari menyenderkan bahunya.
Yang membuat terharu, Hira masih menghargai usaha ibunya untuk memberikan makan, membuka sedikit mulutnya walau tak selera, duduk dikursi meski tak ingin berdiam.
Sesekali, Hira mengajak becanda, dia tiup sup yang ada disendok hingga berbunyi, lalu tertawa sembari menatap harap ibunya ikut tertawa juga.  Dia ulangi terus hingga luluh penat ibunya & ikut tertawa.
---
Suatu malam ketika ayahnya sedang pergi keluar kota untuk suatu urusan. Hira tampak belum lelah meski jam tidurnya hampir lewat. Dia masih kesana kemari membuat isi rumah seperti serakan puing-puing kapal pecah. Raut ibu mulai masam, lalu dia menuju segelas penuh air dengan cepatnya. Sudah pasrah, membayangkan akan ada genangan air membanjiri ruang tengah. Tetapi..ternyata tidak, Hira hanya menyelupkan tangannya, lalu melihat kearah ibunya sambil tersenyum & mengedipkan mata. Anak ini memang minta dipeluk & dicium.

Jumat, 18 Januari 2019

Kamis, 20 Desember 2018

MPASI: 8m+ Perkedel Kentang Ayam

Bahan:
- 2 buah kentang ukuran sedang
- 1 buah wortel ukuran kecil
- 1 potong dada ayam
- 1 btg daun seledri
- 1 butir telur ayam kecil
- 1 potong kecil keju
- minyak untuk menggoreng

Cara buat:
- kupas & cuci semua bahan
- rebus kentang hingga empuk
- blender daging ayam, telur, seledri dan keju
- hancurkan kentang, masukkan bahan2 yg sudah dihaluskan, tambahkan parutan wortel.
- goreng dalam minyak panas hingga kecoklatan; angkat & tiriskan.
- sajikan❤