Senin, 25 Februari 2019

Cerita Hira

Beberapa pekan lalu, Hira yang baru sembuh dari dermatitis masih kehilangan selera makannya. Tiap kali di dudukan dikursi makan, raut wajahnya pasti berubah meringis. Tapi saat disodori makanan tetap dimakan walapun hanya seujung sendok & tidak lebih dari dua atau tiga suapan. Sisanya ogah-ogahan, tapi dia tetap duduk di kursi makannya sembari menyenderkan bahunya.
Yang membuat terharu, Hira masih menghargai usaha ibunya untuk memberikan makan, membuka sedikit mulutnya walau tak selera, duduk dikursi meski tak ingin berdiam.
Sesekali, Hira mengajak becanda, dia tiup sup yang ada disendok hingga berbunyi, lalu tertawa sembari menatap harap ibunya ikut tertawa juga.  Dia ulangi terus hingga luluh penat ibunya & ikut tertawa.
---
Suatu malam ketika ayahnya sedang pergi keluar kota untuk suatu urusan. Hira tampak belum lelah meski jam tidurnya hampir lewat. Dia masih kesana kemari membuat isi rumah seperti serakan puing-puing kapal pecah. Raut ibu mulai masam, lalu dia menuju segelas penuh air dengan cepatnya. Sudah pasrah, membayangkan akan ada genangan air membanjiri ruang tengah. Tetapi..ternyata tidak, Hira hanya menyelupkan tangannya, lalu melihat kearah ibunya sambil tersenyum & mengedipkan mata. Anak ini memang minta dipeluk & dicium.

Jumat, 18 Januari 2019

Kamis, 20 Desember 2018

MPASI: 8m+ Perkedel Kentang Ayam

Bahan:
- 2 buah kentang ukuran sedang
- 1 buah wortel ukuran kecil
- 1 potong dada ayam
- 1 btg daun seledri
- 1 butir telur ayam kecil
- 1 potong kecil keju
- minyak untuk menggoreng

Cara buat:
- kupas & cuci semua bahan
- rebus kentang hingga empuk
- blender daging ayam, telur, seledri dan keju
- hancurkan kentang, masukkan bahan2 yg sudah dihaluskan, tambahkan parutan wortel.
- goreng dalam minyak panas hingga kecoklatan; angkat & tiriskan.
- sajikan❤

Jumat, 28 September 2018

MPASI: Kaldu Ayam Kampung πŸ“


Minggu-minggu ini ibu lagi super riweuh, karena MPASI Asiyah deketan sama pindahan kontrakan baru, secara ayahnya dipindah tugas lagi (semangat ayah). Belum lagi Asiyah yang sekarang lagi kena flue, jd pengennya nempel terus.

Nah, persiapannya sebetulnya udah dipersiapkan jauh-jauh hari sih. Tapi lebih ke bararang-barang alat tempurnya. Diantaranya:

- Set alat makan pigeon+ alat minum
- serabut khusus plastik
- sabun alat makan bayi
- sikat botol + sikat sedotan
- slow cooker baby safe basic (pink)
- panci kukus
- talenan kayu
- container cubs baby safe
- kiddy food maker

Sisanya pakai yang udah ada sebelumnya di dapur. Selanjutnya yang dipersiapkan adalah stok kaldu home made.
Kaldu ini resepnya agak-agak ngarang, baca-baca di cookpad & instagram. Tapi semoga aja Asiyah suka hehe.

Resep Kaldu Ayam Kampung MPASIπŸ“
Bahan:
- Sepasang paha, sayap dan ceker ayam kampung ukuran sedang.
- Bawang putih 2 siung
- Sereh 1 buah
- Daun salam 2 lembar
- Wortel 1 buah 
- Bawang bombay 1 buah ukuran kecil
- Air 1 liter

Cara buat:
- Cuci ayam, lalu rebus sebentar didalam air yang telah didihkan untuk membuang sisa darah dan kotoran. Sisihkan.
- Cuci semua bahan lalu rajang kasar (bawang putih & sereh di geprek).
- Siapkan panci, masukan semua bahan dan air. Lalu masak dengan api kecil selama 2-3 jam. Setelah volumenya berkurang & warna kaldu kuning keemasan. Matikan api, tunggu dingin. Masukan kedalam wadah persekali pakai (saya pakai cubs baby safe). Simpan dalam freezer.
Kaldu siap digunakan 😸🍲




Selasa, 13 Februari 2018

Program Hamil

Saya & suami memang tdk ada rencana untuk menunda kehamilan, malah ingin segera diberikan momongan. Namun, setelah 2 bulan menikah belum juga ada tanda-tanda kehamilan, meskipun sebelumnya saya dan suami rajin mengonsumsi madu penyubur kandungan. Akhirnya kami memutuskan untuk check up ke dokter kandungan.
Pertama kita bilang mau program hamil, tapi dokter menyarankan untuk program hamil dimulai jika usia pernikahan sudah lewat 6 bulan. Jadi katanya nikamati dulu aja masa pacarannya. Tapi kami masih dilakukan pemeriksaan oleh dokternya.
Pertama, dokter menanyakan beberapa hal pada kami (seingat saya):
- Haidnya teratur?
- Hari pertama haid terakhir tanggal berapa ( siklus haidnya berapa hari)
- LDM ?
- Frekuensi berhubungan sex dalam seminggu berapa kali?

Setelah semua pertanyaan itu dijawab, kemudian saya di USG 2 dimensi untuk melihat keadaan rahim saya, dan ternyata saya memiliki kista sebesar 2,8 cm. Nah dari sana kaget kan, bayangan saya kalau punya kista itu pasti bakalan susah punya anak, harus operasi, rahimnya ada kemungkinan diangkat dan pikiran negatif lainnya. Tapi untungnya dokter saya ini cukup jelas menerangkan bahwa tidak semua kista berbahaya, ada yang memang kista fungsional. Jadi lumrah terjadi ketika hormon memang tidak seimbang. Oleh karena itu dokter menyarankan saya untuk menghindari junk food, perbanyak makan buah dan sayuran, serta daging yang diolah dengan benar.
Kemudian dokter memberikan rujukan untuk memeriksa kualitas sperma suami ke Lab. Sebelum diperiksakan ke Lab, ada beberapa hal yang pantang suami lakukan, yakni:
- tidak berhubungan badan (dan atau mengeluarkan sperma) minimal selama 3 hari.
- pemeriksaan dilakukan pagi hari.
Setelah hasil lab kami dapatkan, lalu kami kembali ke rumah sakit untuk menemui dokter kandungan. Dokter membaca hasil lab dengan seksama & menerangkan apa yg ada pada hasil lab tersebut. Akhirnya kami diminta untuk menebus resep, yg berisikan beberapa vitamin dan antioksidan. Serta "do & don't" kepada kami. 
Diantaranya:
- Teratur minum asam folat 400 iu (suami dan istri), asam folat untuk istri berfungsi sebagai nutrisi bagi cabang bayi, agar "tidak kecolongan" nutrisi begitu terjadi pembuahan. Sedangkan untuk suami berfungsi agar sperma lebih lincah sehingga dapat mencapai sel telur lebih mudah.
- Olah raga secara teratur, dokter sangat menekankan bahwa kami harus berolah raga. Karena untuk mempersiapkan "benih" yang bagus harus dimulai dari badan yang fit.
- Hindari asap rokok. Dan perbanyak makanan yang mengandung anti oksidan, dibantu vitamin yang tadi diresepkan (suami disarankan untuk memperbanyak makan wortel dan brokoli). Perlu diketahui bahwa perokok pasif lebih beresiko terkena penyakit dibandingkan dengan perokok aktif. Jadi untuk yang berencana memiliki momongan jauhi rokok dan asapnya!
- Istri dengan riwayat kista kurangi makan makanan yang dapat memengaruhi keseimbangan hormon, seperti ayam boiler, susu kacang kedelai dan junk food. Pengalaman saya, mengonsumsi olahan kacang kedelai sangat memperngaruhi pada keseimbangan hormon. Pernah selama satu bulan berturut-turut minum susu kacang kedelai & ternyata siklus haid saya jadi berntakan. Akhirnya saya stop dan alhamdulillah siklus haid saya kembali normal.
- Wajib berhubungan badan di masa subur. Sebelumnya kita harus bisa menghitung dulu siklus haid untuk dapat menentukan masa subur, saya sendiri kurang jago dalam hal ini. Maka saya dibantu dengan aplikasi penentu masa subur yg di install di Hp saya. Jadi  hanya perlu memasukan hari pertama haid terakhir bulan lalu dan bulan sekarang, kemudian aplikasi tersebut akan memberi tahu kapan masa subur kita.
- Frekuensi hubungan badan yang tidak boleh jarang dan tidak boleh juga terlalu sering. 


BIAYA KONSULTASI KE DOKTER
Perlu diketahui, bahwa program hamil tidak bisa di cover oleh asuransi, jadi memang perlu dianggarkan sebagai keperluan khusus. Berikut ini perkiraan biaya yang pernah saya habiskan pada kunjungan pertama ke dokter Sp.OG di RS Mitra Keluarga Tegal, perlu diingat bahwa apa yang saya cantumkan ini tidak mutlak, karena saya hanya mengira-ngira berapa harga yang masih saya ingat.
Pendaftaran dokter spesialis:
Konsultasi:
USG 2D: IDR 145.000
Vitamin: (Asam Folat, supelmen antioksidan tinggi, vitamin C dll)
Cek Lab Kualitas sperma di Lab Prodia:
(Totalnya habis sekitar IDR 800.000-an)

Karena biaya yang lumayan besar, saya dan suami hanya dua kali konsultasi ke Sp.OG. Sisanya saya banyak membaca artikel-artikel seputar kehamilan, program hamil dan kesuburan, juga mendownload aplikasi konsultasi dokter gratis


Selama 4 bulan kami mempraktekan apa yang disarankan oleh dokter, terutama saya yang sangat menjaga asupan makanan. Bahkan di bulan ke 5 pernikahan, selama satu bulan penuh saya sarapan dan makan siang dengan pecel (sayuran rebus dengan sambel kacang), sorenya baru makan sayuran yang di tumis atau di goreng. Dan salah satu yg terpenting, lebih giat dlm beribadah. Karena saya seorang muslim maka diakhir sepertiga malam, saya sholat tahajud, berdoa meminta keturunan yg baik, sholeh & sholehah. Alhamdulillah di bulan ke 6 saya positif hamil.

Sekian, sedikit pengalaman tentang promil yg bisa saya bagikan. 
*nikmati masa 'berdua' dengan suami, tak perlu merisaukan mereka yg bertanya 'kapan?' tanpa memberi solusi. Karena menjadi orangtua butuh kesiapan mental, fisik dan finansial. Tidak hanya ibu, pun ayah harus siap. Jangan karena terbebani komentar negatif orang sekitar sehingga terburu-buru merencanakan kehamilan. Banyak diluar sana hanya 'ingin' tanpa kesiapan, akhirnya sang ibu terkena baby blues berkelanjutan & ayah belum merasa sepenuhnya bertanggung jawab ketika si kecil lahir. So rencanakan dengan matang & minta selalu pertolongan Allah.

Sabtu, 06 Januari 2018

Spa di Rumah

Sebagai perempuan, merawat kecantikan merupakan hal yang wajib. Terlebih bila telah memiliki seorang suami. Tapi ada kalanya tidak ada waktu untuk pergi keluat atau budget yang tidak memungkinkan untuk melakukan perawatan di salon, sebagai solusinya kita masih bisa mengakalinya dengan melakukan spa sendiri dirumah. Dengan bahan-bahan yang cukup murah dan mudah di dapatkan, bisa di supermarket terdekat ketika belanja bulanan, atau via online. Saya sendiri biasa memesan barang di shopee karena selain ada promo gratis ongkir, juga pembayaran dapat dilakukan di Indomaret, jd untuk ibu rumah tangga seperti saya yang tidak punya m-banking dan jauh ke ATM, ini merupakan salah satu solusi terbaik.

Baiklah, pertama yang disiapkan adalah:
1. Minyak Zaitun
2. Lulur
3. Sabun cair
4. Mandi susu
5. Garam mandi/ garam spa

Kesemua item diatas saya beli dengan harga tidak lebih dari 5000, kecuali untuk sabun mandi. Saya biasa pakai merek Naturian, untuk 900ml kalau tidak salah harganya 35rb-45rb. Cukup hemat sebenarnya karena tidak habis dalam waktu sebulan meski saya mandi sehari 2 kali.

Langkah-langkah:
1. Pertama, campurkan lulur (saya bentuknya bubuk) dengan satu sendok makan minyak zaitun, lalu encerkan dengan air hingga mendaptkan kekentalan yang pas.
2. Gosokan ke badan secara perlahan dengan gerakan melingkar, sampai lulur berjatuhan. Ini salah satu step yang penting, kadang kalau tidak sabaran digosok-gosok dengan keras yang justru malah membuat kulit teriritasi & kotoran yang menempel tidak terangkat ssmpurna, jd nikmati saja tahap luluran ini hehe.
3. Bilas dengan air sambil di gosok-gosokan dengan tangan, supaya tidak ada residu lulur yang masih tertinggal.
4. Setelah luluran, biasanya memakai sabun kembali untuk memastikan tidak ada residu lulur yang tertinggal. Bilas.
5. Lalu di baskom besar (saya tidak punya bathup) berisi air hangat, masukan bubuk susu khusus untuk mandi susu.
6. Nikmati sensi rilex saat berendam..sambil di bilas-bilaskan ke badan. Setelah 10 menit berendam. Saya bilas sekali dengan air.
7. Kemudian lanjut merendam kaki di baskom kecil berisi air hangat yang telah ditambahkan garam spa. Sambil sesekali memijat-mijat telapak kaki. Selesai tanpa dibilas.
8. Saya pakai lotion yang sehari-hari saya pakai untuk tangan dan kaki, dan di bagian payudara & perut saya oleskan bio oil, karena saya punya cukup banyak stretch mark akibat hamil anak pertama.
9. Badan segar dan siap melanjutkan aktifitas sebagai ibu & istri kembali. 😊
Selamat mencoba.

*merek produk spa yang saya gunakan:
- Lulur: d'java spa (varian coklat, strawberry, kemuning, susu, mutiara, kopi)
- Garam mandi: d'java spa
- Minyak zaitun: Mustikaratu
- Sabun: Naturians (varian goats milk mix fruit)
- Bubuk susu: d'java spa
- Lotion: Airnderm Lotion pagi
- Body Oil : Bio Oil

Resolusi Pengasuhan 2018

Resolusi Pengasuhan 2018
Oleh: Elly Risman.

Berbagai kegiatan dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi perubahan tahun beberapa saat tadi.
Terpikir oleh saya dengan semua perkembangan situasi akhir akhir ini untuk mengajak  diri saya, keluarga saya  dan anda memikirkan bersama rumusan resolusi pengasuhan untuk tahun ini, 2018.
Berita yang paling mencuat diakhir tahun ini yang sangat mengguncangkan hampir semua  keluarga adalah berita berita yang berseliweran tentang meluasnya LGBT dan zina akibat kalahnya sahabat sahabat saya dari AILA, yang berjuang meminta adanya Judicial Review di MK, terhadap beberapa fasal dari KUHP kita yang sudah terlalu tua untuk disesuaikan dengan kenyataan yang ada sekarang ini dimasyaraat kita. Saya tidak akan membahas hal tersebut karena sudah sangat banyak kita simak dari berbagai media terutama TV dan  media social. Tapi saya akan mengajak diri saya dan anda untuk memikirkan langkah langkah kongkrit yang bisa dan harus kita lakukan di keluarga kita, segera.
Ajakan saya ini  ini juga didasari dengan sangat kuat  oleh data dari  hasil penelitian yang kami lakukan hampir sepanjang tahun 2017 untuk mengetahui dampak kerusakan otak akibat pornografi terhadap anak dan remaja, yang insha Allah akan kami sosialisaikan diakhir bulan Januari yang akan datang.  

Resolusi 1: Perkuat ketahanan Ayah-Ibu.

Selain dari tantangan terhadap pengasuhan anak anak kita, ketahanan terhadap eksistensi keutuhan ayah dan ibu tak kurang kurang di goyang berbagai godaan dizaman ini. Bagaimana kita akan berjuang melindungi  anak anak kita kalau ayah dan ibu sendiri menghadapi masalah yang seperti tak berujung. Jadi mau tidak mau ayah dan ibu sebelum mampu menjalankan peran ‘mengasuh berdua’ saya himbau untuk berusaha sekuat tenaga menemukan dulu pokok masalah, berusaha untuk  saling terbuka dan  mengerti masa lalu dan pengaruhnya bagi kehidupan sekarang. Kita sedang berjuang mempertanggung jawabkan pengasuhan anak kita kepada Allah. Bila ayah – ibu sudah mampu bersatu dan kokoh maka ayah ibu harus segera membuat list apa yang perlu diperbaiki, ditingkatkan dalam hal pengasuhan untuk masing masing anak agar tangguh hidup di era digital ini .
Masing masing ayah dan ibu membuat 3 hal saja yang perlu diprioritaskan ditahun ini untuk masing masing anak.Kemudian gabungkan hasil ayah dan ibu dan terakhir pilih lagi hanya 3 saja minimal untuk di perbaiki dan disempurnakan 6 bulan kedepan. Setelah itu, dijadwalkan topik pembahasannya dan siapa penanggung jawabnya. Bila 3 hal ini telah teratasi maka nanti bisa dijadwalkan 3 hal lainnya untuk waktu berikutnya dengan proses yang sama. Dengan begitu insha upaya yang kita lakukan akan terukur dan bisa dievaluasi. Semua upaya ini harus disesuaikan dengan usia, tingkat kecerdasan dan keribadian masingmasing anak.Dalam hal ini semua haus dipimpin oleh ayah. Peran ayah dalam pengasuhan semakin kritis dan mutlak diperlukan dalam keadaan yang semakin genting sekarang ini. Kurangnya peran dan kehadiran ayah dalam pengasuhan justru sangat signifikan menjadi penyebab dari berbagai masalah moral dan spiritual yang kita hadapi sekarang ini.

Resolusi 2:  Menyicil “hutang jiwa” dan merumuskan ulang Tujuan Pengasuhan .

Kalau kita berhutang di bank harus kita cicil begitu jualah hutang jiwa pada anak anak kita. Untuk mewujudkan peningkatan kualitas pengasuhan anak kita, tak bisa tidak kita harus berusaha  mencicil dulu “hutang hutang jiwa” yang kita buat tak sengaja sepanjang pengasuhannya ditahun tahun yang lalu. Ayah ibu harus bekerjasama menutup lubang lubang pengasuhan ini, dengan lebih banyak memberikan perhatian dan kasih sayang, kesempatan untuk bersama, mendengarkan perasaan anak, berdialog tentang kesulitan dan tantangan yang mereka  hadapi. Jangan lupa bahwa Tujuan utama pengasuhan adalah untuk menjadikan anak anak kita menjadi penyembah hanya Allah saja.Mereka bukan saja harus mengerti tentang berbagai aturan dasar agama tetapi juga senang menjalankannya dan bisa menerapkan batas batas yang boleh dan tidak, yang haram dan halal. Tujuan lainnya adalah bagaimana secara bertahap sesuai dengan usianya anak memiliki kualitas untuk menjadi calon suami istri dan ayah ibu. Sederhana saja, mulailah dengan bertanggung jawab dengan diri sendiri dan punya empati pada orang lain. Bagaimana anak bisa menunjukkan semua hal diatas, kalau kita sekarang mengabaikan perasaannya. Hal lainnya akan berjalan sesuai usia. Tujuan pengasuhan lainnya adalah membantu anak untuk menjadi professional dengan sukses ditiap jenjang pendidikan dan  seperti yang ditentukan oleh agama kita bahwa setiap manusia itu  harus menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri dan keluarganya serta bermanfaat bagi orang banyak.

Resolusi 3 : Komunikasi yang benar, baik dan menyenangkan.

Kemampuan berkomunikasi adalah salah satu kemampuan yang sangat dibutuhkan dimasa depan, dimana kini komunikasi tersebut telh sangat diringkas dan di”hemat” dengan adanya perangkat teknologi komunikasi. Tetapi komunikasi tatap muka tak bisa dihilangkan begitu saja dan menjadi hal yang penuh tantangan untuk dilakukan dimasa depan, karena sekarang antar kamar saja anak dan ortu berkomunikasi lewat wassap atau sms!.
Kitab suci kita sudah merumuskan aturan baju tentang berkomuikasi yang benar. Biasakanlah untuk tak kehilangan komunikasi tatap muka, bicara baik baik dan berkata benar, bicara dengan kasih sayang, bicara dengan lemah lembut dan dengan suara yang rendah, karena dengan suara tinggi dan besar adalah suara Himar.Komunikasi juga harus mengindahkan kaidah cara kerja otak. Hanya kombinasi agama dan cara kerja otak itulah komunikasi bisa menyenengakan dan mengikat hati dan rasa antar ayah ibu dengan anak anak dan antar anak dengan saudara dan teman2nya.

Resolusi 4: Mengajarkan agama sendiri.

Kewajiban kita pada Allah sebagai “baby sitter”Nya adalah memperkenalkan Allah,RasulNya dan kitabNya serta berbagai aturan dalam kitab suci kita secara langsung pada anak anak kita.Kalau dasar pengetahuan kita kurang, itulah yang harus kita upyakan untuk ditingkatkan terlebih dahulu. Tidak ada salahnya dan tidak usah malu bila kita harus belajar “bersama” anak, karena itu lebih benar dan mulia dibandingngkan mensubkontrakkannya ketangan orang atau institusi lain. Kita perlu memantau pemahaman dan pengetrapannya sepanjang kehidupan mereka sehari hari. Ya keimanannya, ibadahnya, amalan hariannya , akhlaknya adalah tanggung jawab utama kita. Buat kerangkanya untuk masing masing anak sesuai usia, tempel ditempat yang sering terlihat agar mudah teringat, dan berusaha melaksanakan dan mengevauasinya. Kita tidak perfect, jadi jangan berharap anak kita perfect. Pendidikan itu perlu proses. Prinsipnya yang penting SUKA bukan BISA saja. Kalau suka , anak mengerjakan perintah Allah  sebagaimana semestinya, bukan hanya BISA melakukannya ketika kita ADA saja!.

Resolusi 5 : Persiapkan anak Baligh.

Karena makanan yang bagus dan rangsangan juga “bagus”, anak kini baligh lebih cepat dibandingkan masa kita remaja dulu. Jadi jangan pernah berfikir “Ah masih lama!”. Tanggung jawab persiapn baligh ini tidak sederhana dan tidak bisa dianggap sepele. Karena begitu anak baligh yang artinya dia telah “sampai” ketahapan dewasa,  berarti hukum agama sudah berlaku baginya. Dia sudah dewasa!.  Akhirnya khusus untuk anak laki laki, kita abai. Padahal mereka adalah target pebisnis Narkoba dan pornografi!. Orang tua sudah harus mempersiapkan anak pelan pelan dengan penjelasan yang sederhana apa yang akan dihadapi anak pada masa pubertasnya sejak diatas usia 7 tahun. Dari segi ibadahnya,menjaga tubuhnya, berpakaian, pisahkan tempat tidurnya, pergaulan dengan keluarga maupun teman dan sekitarnya  dan berbagai adab hidup lainnya.Jangan hanya fokus pada reputasi akademis saja, karena kerusakan otak akibat pornografi tak bisa dilihat dari  terganggu atau tidaknya prestasi akademisnya, tapi pada kehidupan emosinya dan spiritualnya!.

Resolusi 6 : Bijaklah berteknologi.

Mengejutkan sekali data yang kami peroleh dari angket yang kami sebarkan dibeberapa propinsi sejak pertengahan tahun 2017 ini, bahwa kecenderungan orang tua memberikan gadget dan social media  semakin membenkan diusia semakin muda. Ada beberapa kota dan kabupaten tertentu yang persentase pemberian gadget pada anak BATITA DAN BALITA  lebih tinggi dari pada anak SD!.
Kami kawatirkan hal ini terjadi karena orang tua benar benar LATAH, memberikan gadget pada anak karena anak orang lain punya . Tapi lebih menyedihkan lagi kalau pemeberian itu karena orenga tua NGGAK MAU REPOT ngurus anak yang ‘lasak/aktif dan menangis/ rewel atau yang lebih parah karena mereka tidak mau terganggu dalam membaca dan membalas pesan2 teman dari berbagai grup yang dia miliki.
Andai saja para orang tua ini tahu akibatnya bagi otak anak itu, gangguan pada mata, jemari, tulang belakang, perilakunya, dan keberhasilan hidup secara emosional dan spiritual dan betapa repot dan ruginya mereka nantinya, pasti mereka berjuang untuk menunda memberikan perangkat canggih itu pada anak anaknya.
Kendali ini letaknya pada ayah. Berilah anak  perangkat teknologi sesuai dengan para penciptanya memberikan pada anak anak mereka  12- 13 tahun. Dan mulai denga perangkat yang sederhana  fungsinya.Pemberian perangkat canggih ini tidak bisa tidak harus dengan penjelasan akan fungsi dan bahayanya, aturan yang harus dibahas dan disepakati bersam dan merumuskan konsekuensinya bial dilanggar. Itu saj juga tidak cukup, tpi harus disempurnakan dengan pendampingan , dialog dan diskusi dan pembuatan peraturan berikutnya sesuai dengan meningkatnya usia. Ayah ibu harus menjelaskan pada anak bahaya pornografi, kriminalitas, berbagai jenis narkoba dan kemungkinan kejahatan melalui perangkat tersebut dan bagaimana menghindarinya dengan cara melakukan “bermain Peran” atau Role Play.
Menyedihkan sekali menemukan fakta dari kegiatan kami, anak anak yang diberikan HP pada usia muda, ternyata mengakses pornografi mulai jam 10 malam sampai dini hari…
Sekali lagi ayah bunda, anak anda generasi Millenials dan generasi Alpha (lahir diatas 2010!), tantangannya luar bisa.
Selamat berjuang, Tawakkal dan selalu minta petunjuk Allah dan perlindungannya dan selalu baut semua usha dengan doa yang tiada putus.
Insha Allah!

Elly Risman
# ParentingEraDigital
Silahkan share bila dianggap perlu